Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ–akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”
Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?”
Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”
Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.
Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.
Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.” (Lukas 21: 5-19).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.
HIDUP manusia pada satu pihak selalu berhadapan dengan 1001 macam persoalan hidup (baik hidup rohani maupun jasmani: ada pengalaman “kehancuran/keruntuhan” hidup), meski di lain pihak selalu ada 1001 macam juga keindahan dan kebaikan yang mengiringi perjalanan hidup yang penuh dengan persoalan hidup itu.
Ada pasangan kebaikan dari setiap “persoalan hidup itu”. Tinggal dicari dalam iman, harap dan kasih! Di sini dituntut kesetiaan dan keteguhan hati untuk meneruskan roda atau perjalanan hidup itu (yang penuh persoalan dan mengisi perjalanan atau roda hidup yang penuh dengan kebaikan (roda kadang di atas, kadang di bawah).
Bukan tidak mungkin kesetiaan dan keteguhan hati kita diuji (oleh Tuhan dan sesama, alam atau lingkungan ciptaan lainnya) dengan segala persoalan dan derita hidup (ada “penyesatan dan yang menyesatkan kita”). Yesus telah mengingatkan kita untuk berani dan siap menghadapi berbagai kesulitan, tantangan, hambatan dan persoalan hidup (rohani pun jasmani) sebagai risiko dari sikap percaya dan beriman. “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan!” kata Yesus kepada murid-muridNya, juga kita. (Lukas 21:8).
Berhadapan dengan gejolak dan kenyataan hidup yang penuh dengan persoalan itu, kepada kita diminta untuk mawas diri: Waspadalah dan berjaga-jagalah senantiasa dengan tekun beriman, berharap dan berbagi kasih! Tekun berdoa dan bekerja seperti biasa! Ora et labora!
Tekunlah berdoa. (Yang standard, misa harian sifatnya fakultatif. Misa Hari Minggu dan Hari-hari Raya yang disamakan dengan Hari Minggu: wajib untuk kita yang Katolik! Kuduskanlah Hari Tuhan).
Tatalah dan isilah hidup kita dengan bekerja, bekerja dan bekerja terus menghasilkan aneka/1001 macam perbuatan baik! (Barang siapa tidak bekerja, janganlah dia makan: kata Santo Paulus)! Tetaplah setia dan beriman kepada Tuhan! Berharap pada Tuhan! Tetaplah sadar dan yakin bahwa di tengah 1001 macam persoalan hidup yang “mencekik”, tetap ada 1001 macam juga keindahan dan kebaikan yang bisa dicapai dan dirasakan dan dinikmati.
Maka janganlah merasakan hidup ini sebagai beban! Sebab ketika hidup ini dipandang dan dirasakan sebagai beban dan kenyataan yang menakutkan, maka masa depan dapat berubah menjadi kehancuran.
Waspadalah dan berjaga-jagalah senantiasa. Tetap setia dan beriman, berharap, berdoa kepada Tuhan. Rajin bekerja, berbagi kasih! Hasilkan sebanyak mungkin kebaikan di tengah menghadapi persoalan hidup “yang mencekik” kita.
Ingat pesan Tuhan hari ini: .Tidak sehelaipun rambut dari kepalamu hilang. Tetapi kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu!” (Lukas 21:19). Siaplah bertahan dalam iman, harap dan kasih, berdoa dan bekerja.
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang sudah, sedang dan akan selalu berjaga-jaga dalam hidup ini. Amin.


