Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.”
Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata: “Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!” Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: “Inilah raja orang Yahudi”. Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”
Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23: 35-43).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.
HARI ini, Gereja Katolik sedunia menutup Tahun Liturgi Tahun C. Hari Minggu depan (mulai dengan masa Adven) dibuka Tahun Liturgi baru, Tahun A. Gereja Katolik menutup dan membuka Tahun Liturgi dengan merayakan Pesta Tuhan Yesus Kristus, Raja Semesta Alam.
Pesta Kristus sebagai Raja Semesta Alam. Kristus menjadi raja kita dan lingkungan alam ciptaan lainnya saat ini di sini dan sepanjang tahun. Kristuslah yang “meraja, memerintah, memimpin, menggembalakan, menguasai” kita sepanjang tahun. Kristuslah yang meraja dan memimpin lingkungan alam ciptaan lainnya.
Kristus harus meraja, menjadi raja dalam hati, hidup, karya kita saat ini di sini. Kristus merajai, memerintah, berkuasa atas kita. Tak ada yang melebihi kekuasaan dan kekuatan Yesus Kristus, baik di atas bumi, di bawah bumi dan di langit. Ia menjadi penuntun dan penyelamat setiap orang dan segala hal yang ada di alam semesta ini dengan penebusan dan pengampunan yang tiada batasnya.
Ia adalah Raja Kebenaran, yang datang membawa kebenaran. “Jadi Engkau Raja?” tanya Pilatus kepadaNya. Dan Yesus menjawab: “Benar, saya Raja. Engkau mengatakan bahwa Aku adalah Raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraKu!” (Yohanes 18:37).
Raja model apa yang ditunjukkan Yesus kepada kita? Raja yang rendah hati, raja yang menderita, raja yang disalibkan demi kebaikan, kebahagiaan, keselamatan manusia (kita) dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Raja yang melayani, Raja yang menjadi pelayan, menjadi abdi. Raja yang menjadi hamba yang pekerjaan “dasar/pelayananNya” adalah hanya mau memberi, memberi dan terus memberi yang terbaik dan terindah utk manusia/orang lain (kita) dan lingkungan alam ciptaan lainnya yang dilayaniNya.
Raja yang penuh cinta kasih dan pengampunan bagi kita dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Kepada seorang penjahat yang disalibkan bersama Dia dan yang memohon belaskasih dan pengampunan dariNya, Yesus memberikan janji surga atau kebahagiaan kepadanya.
“Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja!” “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus!” (Luk. 23: 42-43).
Yesus adalah Raja yang “memperhatikan” orang lain, terutama yang kurang mendapat perhatian: yang lapar, haus, telanjang, asing, sakit, miskin dan sengsara. Raja yang “berbau domba”. Raja yang hanya mau membahagiakan orang lain. “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan!” (Matius 25:34).
Kristus, Raja Cinta, telah menunjukkan Cinta dan pengampunan tanpa batas kepada kita selama Tahun Liturgi C 2025. Dan akan tetap menunjukkan cinta dan pengampunan yang sama kepada kita pada Tahun Liturgi A tahun 2026.
Kita diajak untuk pertama, seperti seorang penjahat selama tahun 2026 berdoa kepada Kristus, Raja kita: “Yesus, ingatlah saya apabila Engkau datang sebagai Raja!” Kedua, mengmbil bagian dalam tugas Kristus sebagai raja: seperti Yesus memiliki semangat cinta dan pengampunan tanpa batas.
Ketiga, menjadikan Yesus sebagai raja kita, kapan dan di mana saja. Keempat, hendaklah kita semua, tanpa kecuali, berjuang menjadi “raja saat ini di sini” dengan berpolakan atau bermodelkan Kristus, Raja semesta alam.
Selamat Pesta Kristus, Raja Semesta alam. Selamat menjadi raja sepanjang Tahun 2026. Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang sudah, sedang dan akan menjadi raja berpolakan Yesus Kristus. Amin.


