KITAKATOLIK.COM— DUA imam Katolik, Pater Maximus Seno, SVD, pastor Paroki Hokeng dan RD. Ramlan Abraham Mantow, salah seorang Pembina di Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng, Sulawesi Utara, kembali ke Rumah Bapa di Sorga, hari ini, Sabtu (30/5/2026).
Pater Maxi meninggal di Rumah Sakit RC Hilers, Maumere, Flores NTT, siang tadi. Kemarin (29/5/2026) sore, Pastor Paroki Hokeng, Flores Timur — Paroki yang dilanda bencana letusan gunung berapi Lewotobi –, ini masih sempat memimpin Perayaan Ekaristi di tempat pengungsian di Konga, Flores Timur.

Mendapat serangan jantung, Pastor misionaris asal Kecamatan Riung, Ngada, Flores, NTT, ini dihantar ke Rumah Sakit RC Hiller, Maumere. Tapi pada pukul 12.15 WITA (Waktu Indonesia Tengah), pastor yang dikenal umum sangat dipakai Tuhan untuk menyembuhkan orang ini, menghembuskan nafas terakhirnya.
“Kekuatan Kaka Maxi adalah perhatian dan kehadirannya. Itu meneguhkan sekali. Saya merasakannya. Keluarga sangat merasakannya. Saya yakin umat yang dia layani juga begitu. Dia belajar itu dari kehadirannya di depan Tabernakel. Dalam situasi apa pun, salah satu kesenangannya adalah menghabiskan waktu dalam keheningan, dalam adorasi, di depan Sakramen Mahakudus,” cerita Romo Nani Songkares, imam Keuskupan Agung Ende yanag kini bertugas di Seminari Menengah Santo Yohanes Berchmans Toda Belu, Mataloko, Ngada, Flores. Romo Nani dan Pater Maxi sama-sama berasal dari Kecamatan Riung.
Sore ini, Pater Maxi akan diantar ke Hokeng (gereja Stasi Boru), lalu besok pagi, Minggu (31/5) pukul 09.00 WITA, digelar misa Reguem di gereja Stasi Boru-Paroki Hokeng, yang rencananya dipimpin langsung oleh Mgr. Sore ini, Sabtu, 30 Mei 2026 Pater Maxi akan diantar ke Hokeng (gereja Stasi Boru), lalu besok pagi, Minggu (31/5) jam 09.00 pagi misa Reguem di gereja Stasi Boru-Paroki Hokeng, yang rencananya dipimpin langsung oleh Mgr. Yohanes Hans Montero, Uskup Larantuka.
Setelah makan siang (sekitar jam 13.00 WITA), Pater Maxi dihantar ke Ledalero untuk dikuburkan di Pekuburan Para Imam SVD di Ledalero, Nita, Sikka, Flores.
Di Seminari Tinggi
Semasa hidupnya, Romo Ramlan Abraham Mantow, yang akrab disapa Pastor Echa, dikenal sebagai sosok imam yang mengabdikan diri sepenuhnya bagi pelayanan Gereja. Dengan kesetiaan dan kerendahan hati, ia melayani umat sebagai seorang gembala yang hadir untuk mengasihi, membimbing, dan menguatkan sesama.
Sejak tiga tahun silam, tepatnya tahun 2023, ia mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas perutusan sebagai staf pembina di Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng. Dalam tugas tersebut, ia tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga menjadi figur ayah, mentor, dan teladan hidup bagi para frater yang sedang mempersiapkan diri menjadi imam.

Melalui kesabaran dan dedikasinya, Pastor Echa membentuk karakter para calon imam dengan menanamkan nilai-nilai cinta kasih Hati Kudus Yesus, semangat pelayanan, serta kesetiaan pada panggilan hidup imamat. Kehadirannya meninggalkan kesan mendalam bagi banyak frater yang pernah dibimbingnya.
Perjalanan pengabdiannya memasuki masa yang berat ketika kondisi kesehatannya menurun. Sejak Minggu, 17 Mei 2026, Pastor Echa dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) RS Siloam Manado dalam keadaan tidak sadarkan diri. Selama dua pekan menjalani perawatan, keluarga, rekan imam, para frater, dan umat terus memanjatkan doa demi kesembuhan dirinya.
Pada Sabtu, 30 Mei 2026, Allah Yang Maharahim memanggil Pastor Echa untuk kembali ke rumah Bapa. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi Keuskupan Manado, komunitas Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng, serta seluruh umat yang pernah merasakan sentuhan pelayanannya. (Dbs/admin)


