Rabu (9-9-2025): Kita pun Diutus untuk Membawa Damai Sejahtera! (Matius 10: 1-7)

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. 

Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,  Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,  melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.  Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (Matius 10: 1-7).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

YESUS memanggil, memilih, dan mengutus rasul-rasulNya untuk menjadi rekan kerjaNya. “Yesus  memberi Kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh  jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.” (Matius 10:1). Mereka membawa dan memberi serta membagi Kabar Gembira, Kabar Baik, Kabar Keselamatan, Kabar Sukacita, Pencerahan bagi orang lain dan seluruh alam ciptaan lainnya.

Ada dua hal yang bisa dikatakan tentang para rasul ini. Pertama, mereka adalah orang-orang  biasa; bukan orang luar biasa/hebat. Yesus melihat dalam diri mereka  selain menurut apa adanya, tetapi juga menurut kemungkinan-kemungkinan  di dalam dirinya untuk berkembang. Meski biasa-biasa saja atau sederhana, mereka  bisa “menyumbangkan sesuatu” untuk karya Yesus.

Kedua, mereka disatukan dari aneka latar belakang. Dari nelayan,  dari pemungut cukai,  ada pengkianat juga. Sekalipun demikian, para rasul inilah yang menjadi dasar atau fondasi dari Gereja yang dibangun Yesus.

Dalam proses ini,  Yesus pertama-tama memanggil (mengundang, mengajak) mereka, lalu mendampingi  mereka  sebelum akhirnya diutus/bekerja. Kabar gembira Yesus dimulai dengan memanggil “Marilah, ikutlah Aku!” dan berakhir dengan kata “Pergilah!”

Dalam proses pembentukan,  pendampingan  mengikuti Yesus itu, mereka  seringkali mengalami “jatuh bangun” karena tidak memahami sepenuhnya misi dan karya Yesus.

Satu hal yang luar biasa ada pada mereka (seharusnya ada juga pada kita)  adalah sikap terbuka,  keterbukaan hati mereka terhadap bimbingan,  pencerahan yang diberikan Yesus.  Berkat keterbukaan mereka itu, akhirnya mereka menjadi rasul yang tangguh dalam  membawa dan memberi dan membagi kabar gembira kepada orang lain.

Sebagai pengikut Kristus,  kita hendaknya siap untuk dibimbing, diberi dan  menerima “pencerahan” dari Yesus untuk menghadirkan dan  mewartakan Kerajaan Allah/kabar gembira di “medan kerja kita sehari-hari”, sebagai apa saja kita  “saat ini – di sini”. Kita diajak untuk membawa dan memberi serta berbagi Kabar Gembira (baik, sukacita, kecelamatan, pencerahan) bagi orang lain dan seluruh alam ciptaan lainnya saat ini-di sini.

Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang selalu membawa dan memberi serta membagi kabar gembira (baik, sukacita, keselamatan, pencerahan) kepada orang lain seluruh alam ciptaan atau lingkungan hidup lainnya. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *