Jumat (11-7-2025), Pesta Santo Benediktus, Abas: Jangan Takut dalam Menjalankan Tugas PerutusanNya! (Matius 10: 16-23)

Pada suatu hari Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba ke tengah-tengah serigala! Sebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang. Sebab ada yang akan menyerahkan kalian kepada majelis agama, dan mereka akan menyesah kalian di rumah ibadatnya.

Karena Aku kalian akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.  Apabila mereka menyerahkan kalain, janganlah kalian kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kalian katakan, karena semuanya itu akan dikurniakan kepadamu pada saat itu juga.

Karena bukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu. Dialah yang akan berbicara dalam dirimu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian pula seorang ayah terhadap anaknya.  Anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kalian akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi barangsiapa bertahan sampai kesudahannya, akan selamat.

Apabila mereka menganiaya kalian di suatu kota, larilah ke kota yang lain. Aku berkata kepadamu, sungguh, sebelum kalian selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.” (Matius 10: 16-23).

Oleh Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

DALAM Injil hari ini Yesus memperingatkan para murid, para pengikutNya untuk siap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk dalam mengikutiNya dan dalam menjalankan  roda kehidupan kita  “saat ini – di sini”.  Para murid akan “dibenci dan dianiaya” karena nama Yesus,  tetapi yang bertahan dalam iman, yang tekun dan setia mengikuti “protokol” imannya akan selamat.

Kesediaan mengikuti Kristus dan menjalani kehidupan ini tidak akan pernah menjauhkan para murid (kita jaman kini) dari  berbagai kesulitan,  tantangan,  hambatan,  gangguan, ancaman, persoalan hidup, sekalipun kita berniat berbuat berbagai kebaikan dan pencerahan. Tetapi janganlah takut, cemas atau kuatir karena Roh Bapa akan “melindungi” mereka (kita) sehingga tidak binasa.

Penyertaan Allah menjadi jaminan bagi semua orang (kita) yang setia dalam  mengikuti “protokol” iman yang membawa kita  kepada kebaikan bersama dan keselamatan kita dan orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainnya.

“Janganlah kuatir akan bagaimana dan aka napa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu;  Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu… Dan kamu akan dibenci oleh  semua orang karena NamaKu,  tetapi orang yang bertahan sampai pada  kesudahannya akan selamat!” (Matius 10:19-20.22).

Dalam situasi dan kondisi sulit apapun, kita sering  kuatir,  cemas dan takut.  Kita harus  menggunakan “segala kemampuan manusiawi kita untuk menghadapi,  memecahkan dan menyelesaikan masalah atau persoalan hidup. Kadang bahkan sering kita  takut, cemas, kuatir akan apa dan bagaimana jalan untuk mengatasi persoalan hidup itu.

Berusahalah secara manusiawi semaksimal mungkin dan berdoalah,  karena Roh Allah akan membantu kata-kata kita yang  keluar dari mulut kita. Roh Allahlah yang menggerakkan “usaha manusiawi” kita untuk mengatasi kesulitan atau persoalan hidup ini. Roh Allahlah yang berbicara kepada kita untuk  mengikuti dan mematuhi protokol iman. Siapa yang bertahan sampai kesudahannya (tekun dan setia dan taat mengikuti protokol iman: mendengarkan, mengikuti dan melaksanakan bisikan Roh Allah akan selamat. (Matius 10:22).

Semoga dengan bantuan doa Santo Benediktus, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati  kita sekalian yang tidak takut, gelisah, cemas karena setia mengikuti protokol iman: mendengarkan dan melaksanakan bisikan Roh Allah. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *