FLORES TIMUR,KITAKATOLIK.COM–Caritas Keuskupan Larantuka dan Caritas Keuskupan Maumere pada saat ini telah memiliki rencana selama dua minggu masa tanggap darurat. Para uskup yang menjadi anggota dari organ Yayasan Karina (Pembina, Pengawas, dan Pengurus) dalam Konferensi Waligereja Indonesia mendorong untuk mengerahkan kemampuan yang dimiliki Gereja Katolik untuk membantu saudara-saudara kita di daerah terdampak.
BACA JUGA: Terus Bergerak, Ini Tiga Kegiatan Utama yang Dilakukan Caritas Indonesia untuk Para Pengungsi Lewotobi kitakatolik.com/terus-bergerak-i…ngungsi-lewotobi/
Caritas Keuskupan Larantuka
- Caritas Keuskupan Larantuka akan berfokus untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas dengan menyediakan bahan kebutuhan pokok. Tim relawan akan menambah pasokan kebutuhan pokok khususnya untuk pemenuhan bahan makanan kaya protein (daging, ikan, sayuran).
- Selain itu fokus pelayanan mereka akan mengupayakan akses air bersih dan air minum. Tim relawan mengupayakan ketersediaan air bersih dengan mendatangkan air dengan mobil tangki.
- Lansia dan penyandang disabilitas menjadi prioritas dalam pelayanan relawan. Tim relawan akan mengusahakan ketersediaan obat-obatan dan alat bantu kesehatan (kursi roda, tongkat disabilitas, dll) untuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
- Masker akan terus menerus disediakan selama masa tanggap darurat.
- Core Response Team (CRT) dari Caritas Indonesia sudah diterjunkan untuk memperkuat respon kemanusiaan pasca bencana Letusan Gunung Lewotobi.
Caritas Keuskupan Maumere
- Caritas Keuskupan Maumere akan mengupayakan pemeriksaan kesehatan dengan bekerjasama dengan Balai Kesehatan St. Elisabeth. Pemeriksaan kesehatan ini untuk mengantisipasi beberapa penyakit pernafasan yang biasa terjadi selama bencana erupsi gunung berapi.
- Caritas Keuskupan Maumere juga akan berfokus untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas dengan menyediakan bahan kebutuhan pokok. Tim relawan akan menambah pasokan kebutuhan pokok khususnya untuk pemenuhan bahan makanan kaya protein (daging, ikan, sayuran).
- Core Response Team (CRT) dari Caritas Indonesia sudah diterjunkan untuk memperkuat respon kemanusiaan pasca bencana Letusan Gunung Lewotobi.
Langkah Lanjutan Jaringan Caritas Indonesia (CRT)
- Caritas Indonesia telah mengaktivasi Caritas Response Team (CRT) dengan fokus memberikan dukungan teknis kepada Caritas Keuskupan, termasuk pengelolaan logistik kemanusiaan, pengadaan bantuan, penorganisasian respons kemanusiaan, serta perlindungan kelompok rentan.
- CRT juga diaktifkan secara remote untuk mendukung respon di lapangan dengan mengolah data, inforedia serta pemantauan ancaman.
Tantangan Respon
- Tantangan tinggi seperti erupsi dan sebaran abu vulkanik masih menjadi hambatan akses ke wilayah terdampak. Banyak keluhan penyakit pernapasan (ISPA) muncul, sementara ketersediaan air bersih masih terbatas. Perpindahan pengungsi juga dipengaruhi oleh fluktuasi aktivitas Gunung Lewotobi.
Berikut ini beberapa Informasi Penting Seputar Layanan Kemanusiaan Jaringan Caritas Indonesia pasca Letusan Gunung Lewotobi:
Pos Layanan Kemanusiaan Jaringan Caritas Indonesia bersama Caritas Keuskupan Larantuka (Carila): Pondok Inspirasi, Jl. Trans Larantuka Maumere, Desa Konga, Kec. Titehena. (berada di Paroki Lewolaga)
Pos Layanan Kemanusiaan Jaringan Caritas Indonesia bersama Caritas Keuskupan Maumere: Pusat Pastoral Keuskupan Maumere, Jl. Mgr. Soegijapranata, No. 1, Kota Uneng – Maumere – Flores – NTT.
Kontak Narabung: Rudy (Caritas Indonesia) – 0853-3333-3831
Rekening Bantuan: Bank Central Asia, Yay Karina – 288-308-0599
Data Kebencanaan dan Pengungsi
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Selasa, 12 November 2024 sebanyak 2.735 keluarga terpaksa mengungsi (13.116) jiwa yang tersebar di beberapa 8 lokasi pengungsian (Para pengungsi tersebar di 59 desa di wilayah terdampak). Berikut ini rincian pengungsi dan lokasinya:
- Kecamatan Titehena: 1.845 KK / 6.826 jiwa terdampak
- Kecamatan Wulanggitang: 473 KK / 1.500 jiwa terdampak
- Kecamatan Ile Bira: 126 jiwa terdampak
- Kecamatan Demon Pagong: 57 KK / 309 jiwa terdampak
- Kecamatan Larantuka: 76 KK / 716 jiwa terdampak
- Kecamatan Ile Mandiri & Lewolema: 36 KK / 177 jiwa terdampak
- Pulau Adonara: 11 KK / 41 jiwa terdampak
- Kabupaten Sikka: 881 KK / 3.421 jiwa terdampak.



One Comment on “Ini Rencana Respon Caritas untuk Dua Minggu ke Depan”