Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” (Lukas 4: 14-22).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.
DALAM Bacaan pertama (I Yohanes 4: 19-5:4), Yohanes menegaskan bahwa Allah adalah Kasih. Allah yang lebih dahulu mengasihi/mencintai kita. Karena Allah demikian mencintai kita, maka kita diminta untuk saling mengasihi atau mencintai. Kia mampu saling mengasihi karena Allah telah menanamkan benih kasih dalam diri kita. “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita!” (1 Yohanes 4:19).
Kasih Allah yang begitu besar bagi kita tampak dalam diri Yesus Kristus. Kehadiran Yesus menjadi bukti nyata kasih Allah kepada kita. Kasih Allah itu terwujud penuh dalam diri Yesus yang mewartakan Kabar Baik, pembebasan, penebusan dan memberitakan Tahun Rahmat Tuhan.
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Lukas 4:18-19).
Dunia “saat ini di sini” membutuhkan Kasih. Permusuhan, aneka dosa, kesalahan dan kejahatan dan tindakan kekerasan menjadi signal bahwa dunia ini kehilangan kasih dan sekaligus “haus” akan kasih itu. Kita kini di sini dipanggil, diundang, diajak untuk menjadi “bentara, agen, pelayan, pembawa” Kasih Tuhan itu. Bersediakah kita membawa dan membagi kasih Tuhan itu kepada sesame dan seluruh alam ciptaan lainnya?
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita semua yang rajin membawa dan membagi kasih Tuhan kepada sesama dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Amin.


