Ladies of the Fellowship (LOF) BSD I Rutin Bersekutu dan Bersinerji

TANGERANG,KITAKATOLIK.COM—Setiap bulan, Ladies of The Fellowhip (LoF) BSD I rutin menggelar fellowship yang diisi dengan doa bersama, tukar kesaksian dan makan bersama. Pada Selasa (3/6/2025) siang, misalnya, lebih dari 30 anggota LoF menggelar fellowship di Kedai Kopi Johny, Gading Serpong, Tangerang.

Dimulai pukul 10.00 WIB,  gelaran rohani ini dibuka dengan puji-pujian  yang dipimpin oleh Sis Santi (Worship Leader) dan Sis Olive (pemain gitar) dengan lagu pembuka “Hari ini Kurasa Bahagia”. Disusul pembacaan visi-misi, lalu tiga kesaksian — salah satunya dari Sis Lovisa Mardjuki – dan sharing Firman Tuhan oleh Sis  Jeane Magdalena Kawatu. Ditutup dengan santap siang dan acara kebersamaan lainnya.

Fokus pada Tuhan

Menutup kesaksiannya, Sis Lovisa mengajak rekan-rekannya untuk terus berfokus pada Tuhan dan mempercayai kuat kuasaNya. Tak mengikutiNya dengan setengah hati, tapi sungguh-sungguh hidup dalam Tuhan dan percaya kepada Firman Tuhan.

Ajakan itu mengalir dari pengalaman hidupnya yang sempat terperangkap dalam dunia perdukuan. Ia sering ke dukun, bahkan ia memiliki 11 dukun. Setiap kali datang, demikian cerita Ketua LoF BSD Satu, ini sang dukun selalu meminta pengakuan atas kehebatannya.

Sis Santi dan Sis Lovisa

“Ibu percaya nggak sama saya? Kalau ibu tidak percaya, jangan datang ke sini!” kata sang dukun setiap kali Lovisa datang padanya. Mendapat jawaban “ya” dari Lovisa, sang dukun lalu memintanya memakan hati burung pelatuk yang masih berceceran darahnya. Lovisa menyantapnya dengan penuh semangat.

“Pokoknya saya percaya saja sama yang dia katakan. Saat itu memang saya belum mengenal Firman Tuhan,” akunya. Lepas waktu, ia ditegur oleh Firman Tuhan dalam Yesaya 44 ayat 25: “Akulah yang meniadakan  tanda-tanda peramal pembohong dan mempermain-mainkan tukang-tukang tenung;  yang membuat orang-orang bijaksana   mundur ke belakang, dan membalikkan pengetahuan mereka menjadi kebodohan!”

“Jadi Tuhan menciptakan semua manusia itu pintar. Tapi karena saya datang kepada dukun-dukun, akhirnya saya jadi mundur ke belakang, jadi bodoh dan jauh dari Tuhan,” katanya.

Sementara dalam sharing Firman Tuhan,  Sis  Jeane Magdalena Kawatu juga mengajak rekan-rekan LoF untuk selalu dekat dengan Tuhan sebagaimana kerinduan Paulus dalam Filipi. “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya!” (Filipi 3: 10).

Tunduk pada suami

Di awal fellowship, Sis Santi yang dipercaya sebagai Wakil Ketua LoF BSD Satu yang jumlah anggotanya hampir mencapai 300 ibu ini membawakan visi dan misi Lof.  Secara prinsip, terkait dengan Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI). Karena itu, salah satu visi utamanya adalah menolong dan mendukung pelayanan pasangan di FGBMFI.

Dari perempuan biasa menjadi perempuan luar biasa!

“Tujuan LoF adalah melatih dan membina para anggota untuk menjadi istri yang tunduk kepada suami,” kata Sis Santi. Ditegaskan pula, LoF bukanlah gereja, tapi komunitas dan tidak akan bertransformasi menjadi gereja. Karena bukan gereja, anggota LoF berasal dari bermacam-macam denominasi gereja, termasuk Katolik.

Lof BSD Satu kini memiliki 14 Chapter dan rutin menggelar fellowship di setiap awal bulan. Seperti layaknya Full Gospel, selain kebersamaan dalam pergumulan iman, para anggota juga berpeluang untuk bekerjasama dan bersinerji  dalam hal “usaha”.  (Paul MG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *