Renungan Sabtu, 14 Oktober 2023: Nikmati Kebahagiaan Sejati dengan Tekun Mendengar dan Melaksanakan FirmanNYA! (Lukas 11: 27-28)

Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.”

Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”  (Lukas 11: 27-28).

Oleh: Romo John Tanggul,  Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

SETIAP orang (kita)  mengharapkan hidup bahagia. Dan memang kita hidup di atas panggung dunia ini untuk  mencari dan menikmati kebahagiaan.  Namun cara pandang orang tentang kebahagiaan bisa berbeda-beda.

Ada yang melihat kebahagiaan dihubungkan dengan  kedudukan,  pangkat,  jabatan dan harta benda,  uang. Namun kebahagiaan yang didasarkan atas itu, tidaklah kekal,  karena semua itu hanya bisa dirasakan saat hidup di dunia ini. Bahkan sementara hidup di dunia ini saja,  semua hal yg disebutkan itu tidak membahagiakan. Ada yg berkedudukan baik,  tapi tidak bahagia. Ada yang berharta benda banyak dan berduit banyak tetapi hatinya terasa kosong,  tidak bahagia.

Kebahagiaan sejati tidak tergantung dari segala sesuatu yang kita miliki. Kebahagiaan hidup yang sejati bersumber dari keserasian hati, pikiran dan tindakan kita dengan rencana dan kehendak Allah. Semakin kita dekat, bersatu dengan Tuhan Allah di tengah kesibukan duniawi ini,  semakin  kita mengalami hidup yang tenang,  damai dan penuh kebahagiaan.

Tuhan Allah akan menuntun hidup kita  menuju keselamatan,  kedamaian,  kebahagiaan. Tuhan Allah mengarahkan  kita kepada kebenaran,  dan akhirnya kita  bisa bersatu dengan Tuhan Allah.

Sejauh kita sudah merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan Allah dalam hidup ini dan sejauh hidup kita sesuai dengan rencana dan kehendak Allah,  maka sejauh itu pula kita benar-benar bahagia.

“Yang berbahagia ialah mereka yg mendengarkan Firman Allah dan memeliharanya!” kata Yesus dalam Injil hari ini (Lukas 11:28). Bunda Maria berbahagia,  karena ia selalu mendengarkan Tuhan dan merenungkan Sabda Tuhan dalam hatinya.  Berbahagia setiap saat, apapun keadaan. Selamat berbahagia!

Semoga dengan bantuan Doa Bunda Maria dan Santo Yosef, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita yang setia  mendengarkan,  memelihara dan melaksanakan suara, rencana, Sabda dan kehendak Tuhan di tengah kesibukan duniawi ini. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *