Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada para muridNya: “Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya!” (Matius 13: 16-17).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.
HARI ini gereja Katolik merayakan Pesta Santo Yoakim dan Santa Anna, orangtua Santa Perawan Maria. Mereka adalah orangtua yang sangat sederhana, tetapi sangat setia dan taan kepada Tuhan.
Dari keluarga sederhana ini lahir dan berkembanglah Bunda Maria yang dipilih Allah menjadi Bunda Yesus. Allah (telah, sedang, dan akan) melakukan Perbuatan Besar lewat orang-orang yang hidupnya sederhana (taat dan setia kepada Tuhan). “Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar!” (Matius 13:16).
Dalam kesederhanaan, seseorang dapat lebih mudah dan lebih peka untuk mendengarkan Suara Tuhan, lebih mudah dan lebih peka untuk melihat Perbuatan-perbuatan Baik Allah di balik peristiwa-peristiwa hidup apapun yang dialami. Dalam kesederhanaan, seseorang justeru semakin kuat untuk hidup dalam iman, harap dan kasih kepada Tuhan.
Dalam Injil hari ini, Yesus juga menyampaikan adanya orang-orang yang sulit untuk mendengar dan melihat, mengerti dan memahami dirinya dan perbuatan-perbuatan besar Allah yang telah dibuat Yesus. Mereka mendengar tetapi tidak mengerti. Mereka melihat tetapi tidak menanggapi. Mereka tidak peka, tidak taat dan setia kepada Tuhan dengan segala rencana dan kehendakNya.
Kita diajak untuk tidak menjadi orang atau kelompok orang-orang yang sulit atau tidak peka untuk mendengarkan dan merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari “hic et nunc” (di sini dan sekarang ini).
Dibutuhkan dari kita suatu sikap hidup yang sederhana dan rendah hati di hadapan Tuhan. Sikap taat dan setia kepada Tuhan. Sikap yang mudah dan peka mendengnarkan bisikan suara dan kehendak Tuhan; melihat dan merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan dalam seluruh peristiwa hidup kita.
Semoga dengan bantuan doa Santo Yoakim dan Santa Anna, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita yang peka melihat dan mendengarkan serta melaksanakan kehendak Tuhan. Amin.


