Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”
Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. (Markus 1: 40-45).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.
Injil hari ini mengisahkan tentang penyembuhan seorang kusta oleh Yesus. Yesus menyembuhkan orang kusta karena iman orang kusta sendiri terhadap kuasa penyembuhan yang ada pada Yesus dan karena hati Yesus tergerak oleh belas kasihan kepadanya.
“Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus dan sambil berlutut di hadapanNya ia memohon bantuanNya, katanya: Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku. Maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: Aku mau, jadilah engkau tahir! (Markus 1:40-41).
Belas kasihan Yesus, yang didukung juga oleh imannya yang kuat kepada Yesus dan kuat kuasa penyembuhan Yesus, menggerakkan Yesus untuk menyembuhkan orang kusta itu. Ini menjadi tanda bahwa Yesus sungguh peduli atau peka dengan kita. Hati Yesus selalu fokus atau terarah kepada kita dan lingkungan alam ciptaan lainnya yang menderita “kusta”. Ia sangat mencintai kita, apapun keadaan kita. Ia mengerti apa yang kita butuhkan, asalkan kita DATANG dengan penuh iman atau kepercayaan kepadaNya.
Marilah pergi, kita semua diutus dan diajak sebagai murid Tuhan Yesus untuk selalu tergerak hati oleh belas kasihan terhadap “yang lain” (orang lain dan lingkungan alam sekitarnya) terutama yang menderita “kusta” (yang sakit dan yang berada dalam persoalan hidup). Sekecil apapun bantuan kita (tidak mesti uang, materi tetapi bisa dalam bentuk perhatian, nasihat, beri jalan keluar, doa/terima Sakramen Maha Kudus atau Misa dan lain-lain) sangatlah berarti untuk meringankan kesulitan atau penderitaan mereka. Selamat tergerak hati oleh belas kasihan!
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita semua yang mudah tergerak hati oleh belas kasihan kepada orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainnya, terutama kepada mereka yang sakit dan menderita dan yang berada dalam persoalan hidup. Amin.


