Pater Hero Dhae, SVD
bukan doa dalam arti meminta kepada orang mati. Dalam I Yohanes 5: 16: “Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaknya ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa!”
Secara bibils, tidak ada orang mati di hadapan Allah. Yohanes 11: 25: Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya s kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati!” Artinya di hadapan Allah tidak ada yang mati. Karena itu, kita adalah keluarga dengan mereka. Efesus 2: 19: “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah!” Adalah keluarga Allah, karena itu mereka hidup di hadapan Allah, kita untuk apa? Kalau kita masih hidup dan mereka pun masih hidup, kita punya tugas berdoa.
I Timoteus 2: 1. “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang!”
Wahyu 6: 9-11. Apakah yang sudah mati masih bisa berseru kepada Allah? “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki! Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi? ” Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.”
