KITAKATOLIK.COM —JARINGAN Caritas di empat keuskupan terdampak terus mengkonsolidasikan data dan mendistribusikan bantuan logistik kemanusiaan sesuai dengan kebutuhan spesifik lapangan. Umat Katolik yang berada di empat keuskupan yaitu Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Labuan Bajo dan Keuskupan Maumere menjadi korban dari Gemba Bumi tektonik 7,7 M.
Bagaimana dan apa prioritas utama dari keempat keuskupan tersebut?
Keuskupan Agung Ende
Berfokus pada penanganan pengungsi di Kabupaten Nagekeo, Ngada, dan Ende. Caritas Keuskupan Agung Ende bersama KKP-PMP Keuskupan Agung Ende menyalurkan logistik ke Pos Pelayanan Kemanusiaan di Paroki Stella Maris Danga (Mbay) serta Posko Pengungsian Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo dan Paroki Kombandaru. Bantuan yang disalurkan mencakup beras, telur, minyak goreng, mi instan, air kemasan, popok bayi/dewasa, dan obat-obatan dasar. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana yang berada di lokasi pengungsian selama masa tanggap darurat
Keuskupan Maumere
Distribusi bantuan menjangkau penyintas di wilayah pesisir dan pulau terluar (Pulau Palue). Bantuan logistik berskala besar di Palue mencakup 2.500 kg beras, 204 papan telur, 200 dus air mineral, 200 lembar tikar, 35 terpal (6×4 m), perlengkapan dapur, serta ratusan paket hygiene kit.
Bantuan juga disalurkan kepada penyintas di beberapa paroki di antaranya Paroki Lela, Paroki Lekebai. Untuk mendukung kecukupan jumlah bantuan dan distribusi, tim relawan terus melakukan pembelanjaan logistik, berupa bahan kebutuhan pokok dan hygiene kit.

Logistik berupa bahan-bahan kebutuhan pokok juga terus disediakan untuk mendukung dapur umum yang dibuat di Paroki Lei, serta distribusi bahan makanan untuk dapur umum Seminari Menengah Bunda Segala Bangsa Maumere.
Keuskupan Ruteng
Caritas Keuskupan Ruteng memfasilitasi pendirian tenda darurat di RSUD Ruteng serta mengadakan sesi induksi dan koordinasi rutin bersama Kuria Keuskupan. Pelayanan berfokus pada pelayanan untuk pengungsi dan penanganan kesehatan.
Untuk distribusi bahan kebutuhan pokok telah diberikan di Posko Pengungsian Barang Kolong dan Damer berupa distribusi logistik, pangan, dan hygiene kit. Distribusi bantuan logistik juga telah dilaksanakan di lima titik lain yaitu di Lengor, Ndekok, Bonar, Golo Tebo, dan Galang.
Bantuan kebutuhan dasar kepada untuk para penyintas gempa bumi akan terus diberikan selama masa tanggap darurat. Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas sekaligus mendukung keberlangsungan hidup mereka selama berada di lokasi pengungsian.
Caritas Keuskupan Ruteng terus melakukan kajian kebutuhan untuk para penyintas bencana di sejumlah paroki terdampak. Data yang terkumpul akan menjadi dasar untuk distribusi bantuan selanjutnya.
Keuskupan Labuan Bajo
Caritas Keuskupan Labuan Bajo menyalurkan bantuan kemanusiaan darurat di berbagai paroki terdampak, antara lain penyerahan bantuan pangan dan hygiene kit di Paroki Bari, Paroki Orong, Paroki Bajo, Paroki Reweng, dan Paroki Wangkung. Bantuan akan terus disesuaikan dan ditambah berdasarkan pembaruan data kebutuhan di lapangan. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya Caritas dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dasar serta membantu meringankan beban keluarga terdampak selama masa tanggap darurat.
Jaringan Caritas Indonesia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur, sukarelawan, serta mitra lembaga kemanusiaan yang telah bergotong-royong mendukung aksi tanggap darurat ini. Caritas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada terhadap potensi gempa susulan, dan selalu mengikuti petunjuk resmi BMKG serta pemerintah setempat. (Caritas Indonesia).

