MANADO,KITAKATOLIK.COM–Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, memimpin langsung Perayaan Ekaristi sekaligus melantik pengurus Kaum Bapa Katolik (KBK) Keuskupan Manado periode baru pada Minggu, 13 September 2026.
Misa pelantikan agung yang berlangsung khidmat di Gereja Katolik Paroki Santu Yosep Pekerja Kleak, Manado, ini turut dihadiri oleh ratusan umat dan jajaran tamu kehormatan. Salah satu sosok yang menjadi pusat perhatian adalah Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Senator Maya Rumantir, MA, PhD.

Dalam sambutannya saat acara ramah tamah pasca-misa, Senator Maya Rumantir memberikan orasi yang membakar semangat para pengurus. Ia menegaskan bahwa menjadi bapa Katolik adalah sebuah misi ilahi yang berakar kuat pada keteladanan iman di dalam keluarga, bukan sekadar status sosial.
“Keluarga adalah fondasi utama sebuah bangsa. Seorang bapa Katolik dituntut wajib menjadi imam yang memimpin doa, menjadi raja yang menyediakan kebutuhan, sekaligus nabi yang membawa suara kebenaran,” ujar Senator Maya Rumantir di hadapan ratusan anggota KBK.
Ia juga menjabarkan tiga visi utama yang menjadi motto abadi organisasi, yaitu Pro Familiae (Demi Keluarga), Pro Ecclesia (Demi Gereja), dan Pro Patria (Demi Tanah Air). Senator Maya mengajak kaum bapa untuk menghidupi prinsip “100 persen Katolik, 100 persen Indonesia” dengan menjadi warga negara yang teladan, patuh hukum, dan aktif merawat toleransi.

Kehadiran dan orasi Senator Maya diakui menjadi suntikan inspirasi luar biasa bagi jajaran pengurus inti yang baru dilantik, termasuk aktivis KBK seperti Youdy Aray, Welly Kuntag, dan Dr. Yantje Tinangon. Mereka memandang sang Senator sebagai role model nyata dalam menyelaraskan nasionalisme dan spiritualitas Katolik.
Formasi kepengurusan KBK Keuskupan Manado periode baru ini kini resmi digawangi oleh Ketua Umum Dr. Charles Ngangi dan Sekretaris Umum John F. Iroth, bersama dengan jajaran bendahara, penasehat awam, serta Pastor Moderator sebagai kompas rohani organisasi. Setelah pelantikan ini, seluruh pengurus menyatakan kesiapan mereka untuk bergerak dinamis menjadi motor penggerak pastoral dari tingkat keluarga hingga lingkungan masyarakat luas. (Recky Paulus R).


