TAPANULI SELATAN,KITAKATOLIK.COM– Bencana banjir badang dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025, telah mendorong nurani gereja Indonesia untuk turut serta membantu mereka. Dengan bendera Caritas Indonesia, bekerjasama dengan Caritas Keuskupan, gereja telah hadir secara konkrit di tengah masyarakat yang tertimpa bencana.
Berikut rekapitulasi bantuan respon tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana oleh Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan Sibolga di wilayah Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Program Emergency Appeal (EA) 23/2025, Sibolga
Bantuan masa pemulihan pasca bencana banjir di Sumatra yang terjadi November 2025.
Hunian Tetap: 105 unit
(200-an unit dalam proses pembangunan)
Retrofitting: 8 unit (Dalam Proses: 63 unit, Target: 100 unit)
Jaringan Air Bersih: 20 titik (Dalam Proses 1 titik)
Penerima Manfaat: 3.862 KK / 9.965 Jiwa
MCK: 8 titik (target 20 titik)
Penerima Manfaat: 822 KK / 2.330 Jiwa
Layanan Kesehatan & Promosi Kebersihan: 1.137 jiwa
Pendampingan Psikososial: 449 anak
Paket Pangan : 1.231 paket (6.155 Jiwa)
Family Kitchen Sets: 1.000 paket (5.012 Jiwa)
Shelter Kit: 500 paket (2.500 Jiwa)
Hygiene Kit: 498 paket (2.550 Jiwa)
Total Penerima Manfaat: 30.358 Jiwa
Bantuan Selama Tanggap Darurat
(November 2025-29 Agustus 2026)
Total Penerima Manfaat: 131.158 jiwa
Bantuan dan Layanan Kemanusiaan:
Paket Pangan: 59.280 jiwa (11.856 KK)
Shelter & Non-Food Item (NFI): 34.350 jiwa (6.870 KK)
Hygiene Kit: 19.045 jiwa (3.809 KK)
Layanan Kesehatan: 8.368 jiwa
Peralatan Dapur: 1.000 KK
Total Logistik yang Tersalurkan:
Beras: 84.215 kg
Gula: 8.667 kg
Minyak Goreng: 7.213 liter. (Humas Caritas Indonesia)

