OKU TIMUR,KITAKATOLIK.COM—Untuk merangsang partisipasi umat Katolik dalam Pemilu 14 Pebruari 2024 secara bijaksana dan bertanggung jawab, umat Katolik Dekenat II Keuskupan Palembang mendatangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ke Stasi Santo Yusuf Bumiarum, Paroki Santa Maria Assumta Mojosari, Keuskupan Agung Palembang (KaPal).
Mewakili Komisioner KPU OKU Timur, Yoga Hona Saputra, memberikan penjelasan secara umum dan gamblang terkait proses Pemilu, hak dan kewajiban pemilih, juga berbagai inovasi yang diterapkan untuk memastikan bahwa pesta demokrasi tersebut berlangsung transparan dan adil.
Sementara Ketua Bawaslu OKU Timur, Sunarto S.P memberikan wawasan yang mendalam tentang peran penting Bawaslu dalam memastikan integritas dan keamanan pemilu.
“Ada empat kewenangan bawaslu yakni pencegahan, penindakan, pengawasan dan penyelesaian sengketa pemilu,” ujar Sunarto. Secara khusus ia mengajak para pemilih pemula dan orang muda untuk menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab.
“Peran Pemuda berdasarkan UU kepemudaan yakni sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan segala aspek pembangunan nasional,” katanya dalam sosialisasi Pemilu yang dilaksanakan pada Selasa (16/1/2024).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh uturan tarekat dan umat Katolik Dekenat II Keuskupan Agung Palembang. Kegiatan ini diikhtiarkan sebagai wujud nyata dari peran aktif gereja dalam membangun masyarakat yang sadar akan tanggung jawabnya dalam proses demokrasi.
Tata dunia yang lebih baik
RP Agustinus Riyanto dari Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Palembang menyampaikan pesan moral dan spiritual terkait Pemilu. Ia mengajak umat Katolik untuk menjalani proses pemilu dengan penuh kebijaksanaan dan tanggung jawab.
Ia juga menjelaskan tentang peran awam dan bagaimana peran itu dihayati serta dilaksanakan secara penuh kesadaran untuk membangun dunia yang semakin baik sesuai rencana dan kehendak Allah.
“Semua orang yang sudah dipermandikan adalah anggota Gereja dan memiliki martabat yang sama. Yang berbeda hanyalah fungsinya (1 Kor 12:1-12). Setiap komponen gereja memiliki fungsi yang khas. Hierarki bertugas memimpin/melayani dan mempersatukan. Biarawan/Biarawati menjadi saksi akan kehidupan yang akan datang (Eskatologis). Awam bertugas merasul dalam tata dunia,” urai imam yang juga aktif mendampingi TNI POLRI ini.

Endro Saputro kepada awak media menjelaskan bahwa acara yang penuh semangat dan interaktif ini berhasil menyatukan umat Katolik dalam semangat persaudaraan dan kebangsaan. Para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi, menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung. (andraes daris awalistyo).

