
TANGERANG,KITAKATOLIK.COM–Setelah berakhirnya liburan akhir semester satu yang bertepatan dengan momentum Perayaan Natal dan Tahun Baru, kini saatnya seluruh warga sekolah SMA Tarakanita Citra Raya kembali beraktivitas normal. Semarak dan suasana natal yang masih terasa terlihat dari beberapa atribut seperti lampu dan pohon natal yang masih terpajang di area sekolah.
Lebih dari itu, sebagai ungkapan syukur dan kebersamaan seluruh warga sekolah maka pada Jumat, 10 Januari 2024 diadakanlah kegiatan perayaan natal (Glitzmas) yang terbagi dalam beberapa agenda yaitu misa (Perayaan Ekaristi), pentas seni dan bertukar kado. Glitzmas (Glitz Christmas) diadakan sebagai bentuk ungkapan syukur dalam mengimplementasikan nilai Celebration.
Dibuka Perayaan Ekaristi
Keseluruhan perayaan Natal dan Tahun Baru bersama diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 07.30 di Gereja St. Odilia-Citra Raya dengan diikuti seluruh peserta didik SMP dan SMA serta guru dan karyawan. Misa ini dipimpin lansung oleh Romo Felix Supranto, SS.CC selaku pastor paroki. Pada kesempatan tersebut Romo Felix didampingi oleh Fr. Aryo yang sedang menjalani masa Orientasi Pastoral.
Dalam khotbahnya, Fr. Aryo mengingatkan bahwa dalam hidup kita harus berani mengambil sikap untuk menentukan pilihan yang tepat.
“Setiap pilihan tentu akan ada hal lain yang harus dikorbankan, namun hal tersebut merupakan sebuah langkah yang baik sehingga tidak harus mengorbakan hal yang lain. Hal sederhana yang bisa dicontoh adalah kita memilih mementingkan fokus belajar ketimbang berpacaran,” katanya.
Pesan itu tentu sejalan dengan nilai Competence di lingkungan sekolah Tarakanita. Nilai Competence mendorong peserta didik untuk meningkatkan semangat berprestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
Di akhir Perayaan Ekaristi, Romo Felix juga menyampaikan harapan agar sekolah Tarakanita semakin jaya dan bersemangat dalam menyiapkan masa depan anak-anak.
Tukar kado
Setelah Perayaan Ekaristi, seluruh warga sekolah kembali ke unit masing-masing untuk melanjutkan beberapa kegiatan yang lain. Khusus untuk keluarga besar SMA Tarakanita Citra Raya, lansung diikuti dengan acara tukar kado baik guru maupun peserta didik. Kegiatan tukar kado tahun ini terdapat perbedaan teknis yaitu guru peserta didik mengisi tabel wishlist pada pertemuan adven ke-3 pada 17 Desember 2024 lalu, kemudian list tersebut digulung dan dikumpulkan menjadi satu tempat.
Kemudian list akan disebarkan secara acak. Penerima list tersebut akan membawa kado untuk nama yang tertera di kertas list dengan inspirasi berupa wishlist yang ditulis di kertas tersebut. Kado kembali dibawa pada Rabu, 8 Januari 2025 untuk dikumpulkan dengan syarat tertentu. Kado wajib dibungkus menggunakan kertas putih dan terdapat nama penerima di kertas tersebut. Kado yang telah terkumpul dibagikan pada tanggal 10 Januari 2025.
Pentas seni
Setelah itu perayaan puncak dilanjutkan dengan pentas seni dengan tema “A savior is born: rejoicing in his light”. Pementasan seni tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya karena harus dijalankan secara online karena pertimbangan cuaca (hujan). Melalui kordinasi yang baik antar pengurus OSIS dan beberapa guru pendamping semua kegiatan dapat dipersiapkan dengan baik. Pementasan seni hasil kreativitas peserta didik ditayangkan secara online melalui zoom meeting.
Dengan memanfaatkan ruangan seni suara sebagai studio maka setiap penampil akan diberikan kesempatan untuk tampil dengan durasi waktu maksimal 6 menit. Penampilan tersebut lansung ditayangkan secara live melalui zoom meeting sehingga dapat disaksikan oleh peserta didik yang lain dari ruang kelas masing-masing. Berdasarkan kesepakatan awal pada saat technical meeting maka tim yang akan tampil terdiri dari 6 tim yang merupakan gabungan dari beberapa kelas.
Perayaan Syukur
Pada dasarnya tema yang diangkat dalam perayaan ini berhubungan dengan nilai CC5 + khususnya nilai Celebration (bersyukur). Melalui kegiatan ini peserta didik tidak hanya memaknai peristiwa kelahiran Yesus Kristus sebagai momentum untuk berpesta pora atau bersenang-senang tetapi lebih dari itu sebagai perayaan syukur atas peristiwa hidup yang penuh berkat.
Saat perayaan setiap tim telah menyiapkan pementasan dengan konsep yang beragam namun tidak terlepas dari tema yang telah ditentukan. Secara keseluruhan setiap tim menampilkan gabungan drama singkat tentang kelahiran Yesus yang dipadukan dengan music band. Semuanya berlansung meriah dan semua peserta menikmatinnya.
Di penghujung acara, panitia mengumumkan penampil yang menjadi juara dan tahun ini dimenangkan oleh tim C. Tim pemenang ini merupakan gabungan dari kelas XI C, XI D dan XI E dan mereka menampilkan konsep perpaduan drama singkat tentang kelahiran Yesus lalu ditutup dengan dance. Sebagai bentuk apresaiasi atas kreativitas mereka pihak panitia memberikan hadiah sejumlah tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.
Dalam pernyataannya, Bu Maya Ratih selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan bahwa hadiah ini hanyalah simbolik tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita memaknai kelahiran Yesus sebagai moment untuk memperbaiki diri dan memiliki semangat juang. Selain itu Dia juga mengingatkan untuk selalu bersyukur atas setiap peristiwa hidup yang kita jalani serta terus bertumbuh kreativitas seperti yang telah mereka lakukan hari ini. (Dilaporkan oleh: Audrey Justine Dirganingsih dan Regina Putri Andaresta).


