Ditjen Bimas Katolik Gerak Cepat Kumpul Data untuk Pulihkan Harapan Umat Terdampak Gempa Flores

JAKARTA,KITAKATOLIK.COM—Tak sekedar prihatin atas kondisi yang dialami warga terdampak gempa M 7,7 yang mengguncang Flores, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik (Ditjen Bimas Katolik) segera bertindak nyata. Langkah pertama yang diambil adalah memastikan kebutuhan umat terdampak dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

Dalam situasi bencana, kata Plt. Direktur Jenderal Bimas Katolik A.M. Adiyarto Sumardjono, kehadiran pemerintah harus diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Plt. Direktur Jenderal Bimas Katolik A.M. Adiyarto Sumardjono

“Kami tidak ingin berhenti pada rasa prihatin. Ditjen Bimas Katolik hadir untuk bergerak bersama umat, memastikan kebutuhan di lapangan terdata, dan menyiapkan dukungan yang diperlukan untuk proses pemulihan, dan saat ini sedang menyiapkan bantuan sarana prasana yang akan disalurkan kepada gereja maupun satuan pendidikan kegamaan Katolik yang terdampak,” ujar Plt. Dirjen di Jakarta, Sabtu (15/8/2026) seperti dilaporkan Humas Bimas Katolik Republik Indonesia.

Sebagai langkah awal, Ditjen Bimas Katolik melakukan koordinasi dengan jajaran Kementerian Agama di daerah, keuskupan, paroki, serta pengelola satuan pendidikan keagamaan Katolik untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi umat, fasilitas gereja, dan sekolah yang terdampak.

Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan bentuk dukungan dan bantuan yang akan diberikan, terutama bagi sarana dan prasarana gereja Katolik serta satuan pendidikan keagamaan Katolik yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Dukungan diharapkan dapat mempercepat pemulihan fasilitas pelayanan sehingga umat dapat kembali menjalankan kegiatan peribadatan dan pelayanan keagamaan, sementara peserta didik dan pendidik dapat kembali melaksanakan proses pembelajaran dalam lingkungan yang aman dan layak.

“Setiap informasi dari lapangan akan menjadi dasar bagi kami untuk menentukan langkah berikutnya. Kami ingin bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan umat dan satuan pendidikan yang terdampak,” ungkap Plt. Dirjen.

Lebih lanjut Plt. Dirjen menyampaikan Ditjen Bimas Katolik memastikan proses pemulihan dilakukan melalui koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Pemerintah, Gereja, masyarakat, serta pemangku kepentingan di daerah perlu bergerak bersama agar pemulihan tidak berhenti pada perbaikan fisik, tetapi juga memastikan pelayanan keagamaan dan pendidikan Katolik tetap berjalan.

“Bagi kami, pemulihan bukan sekadar memperbaiki bangunan. Di balik gereja yang kembali digunakan dan sekolah yang kembali berfungsi, ada harapan umat yang harus kita pulihkan bersama,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, A.M. Adiyarto Sumardjono menegaskan, melalui semangat “bahu membahu, pulihkan harapan”, Ditjen Bimas Katolik berkomitmen untuk terus hadir dan mengambil langkah nyata bersama umat terdampak. Pendataan, koordinasi, penyaluran dukungan, hingga pemulihan sarana pelayanan dan pendidikan akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. (Admin/Humas Bimas Katolik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *