PONTIANAK,KITAKATOLIK.COM—Kabar duka datang dari Pontianak. Pastor Antonius Benny Susetyo atau lebih dikenal dengan sapaan Romo Benny yang selain sebagai pastor Katolik, juga sebagai Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), ini dikabarkan telah meninggal dunia pada Sabtu (5/10/2024) dini hari di RS. Mitra Medika Pontianak, Kalimantan Barat.
“Telah berpulang menghadap Bapa di Surga Romo Antonius Benny Susetyo Pr pada hari Sabtu, 5 Oktober 2024 pukul 00.05 di RS Mitra Medika Pontianak. Jenazah akan mendarat di Surabaya siang ini dan akan disemayamkan di Malang. Rencana dimakamkan pada hari Senin 7 Oktober di Pemakaman Sukun di Malang. Mohon dimaafkan atas segala kesalahan semasa hidupnya dan mohon doa kita semua untuk istirahat abadinya!” demikian pesan WA yang beredar di banyak WAG.
Pastor lintas
Romo Benny dilahirkan di kota Apel Malang pada 10 Oktober 1968. Alumni Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang tahun 1996, ini dikenal luas sebagai pastor lintas, yang tak hanya melayani di gereja sebagai pastor, tapi juga di tengah masyarakat dalam peran yang beragam.
Ia pastor yang mengusung moral bangsa dan tak kenal capek mengadvokasi masyarakat lemah, korban bencana dan korban kekerasan. Ia juga ikut memajukan Pusat Studi dan Pengembangan Kebudayaan (PUSPeK). Pemikiran-pemikirannya yang bernas dan bertujuan membangun kesetaraan, kebebasan warga, moral bangsa, dan lainnya selalu menghiasi media massa.
Romo Benny juga adalah salah satu pendiri Setara Institut, LSM yang berjuang untuk menegakkan demokrasi dan kebebasan beragama/berkeyakinan yang dipimpin tokoh senior Hendardi.
Berawal dari kasus Situbondo
Keterlibatannya dalam dialog dan pergaulan antara agama dimulai saat ia ditempatkan di paroki Situbondo. Penempatan Romo Benny di Paroki Situbondo hanya berselang sepekan setelah terjadinya kerusuhan hebat di kota santri di kawasan tapal kuda ini. Sedikitnya selusin gereja dibakar habis, termasuk Gereja Katolik Situbondo.
Romo Benny, yang baru beberapa hari ditahbiskan menjadi pastor, diamanatkan oleh Uskup Malang Mgr HJS Pandoyoputro, OCarm untuk “membangun persaudaraan sejati” dengan para tokoh dan kaum muslim di Situbondo dan Bondowoso. Penugasan ini membuatnya punya banyak pengalaman baru bertemu dengan para kiai, dan berkunjung ke beberapa pesantren. Dia pun menggelar sejumlah acara bersama KH Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001) Abdurrahman Wahid (Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001).
Kiprahnya itu makin ditegaskan ketika ia ditugaskan sebagai Sekretaris Komisi Hubungan Antara Agama/Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Selamat jalan Romo Benny. Bahagia dalam Rumah Bapa di sorga. (Admin/dbs)

