Rabu (9 Oktober 2024): Ikutilah Pola Doa yang Diajarkan Tuhan Yesus! (Lukas 11: 1-4)

Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.” 

Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah: ‘Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.’”  (Lukas 11: 1-4).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

BERDOA adalah bentuk komunikasi kita dengan Tuhan yang diimani.  Dalam berdoa atau berkomunikasi dengan Tuhan,  kita menyampaikan Syukur (bersyukur) dan menyampaikan permohonan (meminta/memohon).

Berdoa berarti: Bersyukur atas segala hal yang telah dialami dalam hidup (pengalaman positip dan negatip)! Semuanya harus disyukuri. Hidup sehat,  disyukuri! Hidup tidak sehat,  juga disyukuri! Siang malam, terang gelapnya hidup ini: semuanya disyukuri!

Berdoa berarti juga: Memohon segala hal yang dibutuhkan, apa saja disampaikan. Mohon rejeki  apa saja! Namun mesti disadari bahwa pengabulan doa itu adalah hak dari Tuhan Allah sendiri. Tuhan Allah tahu baik apa saja yang kita butuhkan. Dan karena itu pasti mengabulkan apa yang kita minta dan butuhkan. Kalau “dikabulkan”, itu berarti itu sesuai dengan kebutuhan kita  dan sesuai dengan kehendak Allah sendiri.

Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami kepada kita agar semakin dekat dengan Tuhan dan menghayati serta mempraktekkan isi doa itu.

Dalam doa itu kita bersyukur kepada Tuhan atas segala sesuatu (rahmat dan berkat) yang telah kita terima dan nikmati.  Karena itu kita  harus memuliakan Allah Bapa. “Bapa kami yang ada di surga,  dimuliakanlah namaMu!

Sesudah itu, barulah kita memohon kepada Allah Bapa, apa yang dibutuhkan: “Datanglah KerajaanMu! Jadilah kehendakMu! Berikanlah kami setiap hari (pada hari ini) “makanan” (rejeki) yang secukupnya  (pas-pasan saja,  tidak berlebihan)! Ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami!  Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan (bukan percobaan), tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat!

Itulah yang kita  butuhkan dalam doa,  dan itulah yang menjadi kehendak Allah. Dan doa yang sesuai dengan kebutuhan kita dan sesuai dengan kehendak Allah-lah yang pasti akan dikabulkan oleh Allah.

Kita disadarkan dan diajak agar dalam berdoa jangan lupa bersyukur atas apa saja yang ada dan memohonkan dan membiarkan kehendak Allah yang terjadi! Dan mesti diyakini dan dihayati dan diterima bahwa kehendak Allah adalah selalu yang terbaik dan terindah!

Doa yang terbaik adalah doa yang selalu diakhiri dengan membiarkan “kehendak Allah” yang terjadi atas diri dan hidup kita  “saat ini di sini”. Dan karena itu,  “diri dan hidup kita saat ini di sini” adalah yang terbaik dan terindah yang harus dinikmati dan disyukuri dengan penuh sukacita dan kegembiraan.

Bunda Maria adalah teladan kita dalam bersyukur dan membiarkan kehendak Allah  terjadi: “Aku ini hamba Tuhan,  terjadilah padaku menurut perkataanmu!”

Semoga dengan bantuan doa Bunda Maria dan Santo Yosef,  Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian saat ini di sini. Amin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *