Jumat (21-11-2025): Kunjungilah Rumah Tuhan untuk Berdoa! (Lukas 19: 45-48)

Pada waktu itu Yesus tiba di Yerusalem dan masuk ke Bait Allah. Maka mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ.
Ia berkata, “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kalian telah menjadikannya sarang penyamun!” Tiap-tiap hari Yesus mengajar di Bait Allah.

Para imam kepala dan ahli Taurat serta orang-orang terkemuka bangsa Israel berusaha membinasakan Yesus. Tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia. (Lukas 19: 45-48).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

HARI ini gereja merayakan Pesta Santa Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah. Injil hari ini menyadarkan kita bahwa Bait Allah,  Gereja,  kapel atau tempat ibadat resmi adalah tempat suci di mana kita datang untuk mempersembahkan doa, intensi dan persembahan kita kepada Allah dan untuk mendengarkan ajaran-ajaranNya dan untuk menimba rahmat, berkat serta kekuatan dari Tuhan dalam menjalani roda-roda hidup di atas  panggung dunia ini.

Yesus dengan tegas mengatakan bahwa Bait Allah, sebagai tempat doa orang Israel, adalah tempat yang suci,  tempat di mana terjalin relasi intim dan personal Allah dan umatNya; rumah doa sebagai tempat perjumpaan dengan Allah.  “RumahKu adalah rumah doa!” (Lukas  19:46).

Di dalam rumah doa ini, Sabda Allah dibacakan,  diperdengarkan dan direnungkan serta dihayati; juga Tubuh dan Darah Kristus disantap. Maka dengan demikian, Bait Allah,  Gereja,  “rumah doa” adalah “sarana suci” karena  Allah berdiam dan bersabda kepada kita di sana ( (menyediakan Santapan Sabda di meja/mimbar Sabda); menyediakan perjamuan kudus atau  Santapan Tubuh dan DarahNya di altar/meja Perjamuan kudus).

Santapan Sabda dan Tubuh dan DarahNya dalam Misa inilah yang mestinya dihidupi,  dan diyakini  menjadi santapan rohani bagi kita. Maka sesering mungkin datang dan menyantapnya, terutama setiap hari (fakultatif) dan wajib setiap hari Minggu dan Hari-hari  Raya yang disamakan dengan Hari Minggu.

Selamat menghargai Gereja sebagai tempat Allah berdiam. Selamat mengunjungi Gereja atau Bait Allah untuk berdoa! Selamat nenyantap Sabda Tuhan dan Tubuh dan Darah Tuhan di Gereja setiap hari dlm misa harian (kalau tidak berhalangan/fakultatip) dan wajib pada setiap hari Minggu atau Hari-hari Raya yang disamakan dengan Hari Minggu. Ingat perintah Tuhan: Kuduskanlah Hari Tuhan!

Semoga dengan bantuan doa Santa Perawan Maria, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang rajin datang dan mengunjungi Gereja setiap hari dan/atau Hari Minggu. Amin.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *