Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya.
Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: “Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?” Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi.
Kemudian Ia berkata kepada mereka: “Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?” Mereka tidak sanggup membantah-Nya. (Lukas 14: 1-6).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.
OLEH karena cinta dan belaskasihNya yang besar, Yesus menyembuhkan seorang yang sakit busung air. Ia tahu bahwa pada hari Sabat, orang dilarang melakukan berbagai aktivitas, namun cinta dan belasksih mengalahkan segalanya. Ia justru memegang tangan orang sakit itu, menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi.
Yesus ingin mengingatkan orang Farisi bahwa cinta dan belasksih harus menjadi dasar bagi keselamatan, bukan hanya hukum atau peraturan. Kepada orang Farisi Yesus berkata: “Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik keluar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?” (Lukas14:5)
Cinta dan belaskasih mengalahkan dan mengatasi atau memenangkan segalanya. Cinta menggerakkan hati Yesus (kita juga) untuk mau menyelamatkan dan membahagiakan orang lain.
Apa yang dikatakan Yesus, juga ditujukan kepada kita, yang sering kali takut untuk mencintai atau membantu seseorang oleh berbagai hal, entah karena terlalu curiga ataupun karena alasan-alasan lainnya, yang membuat kita, pada akhirnya, tidak dapat mencintai dan berbelas kasih.
Di tengah jaman yang “kacau balau” ini, banyak orang (kita juga?) tidak mengalami cinta dan belaskasihan, sehingga tidak dapat mengerti dan memahami apa itu cinta. Sebagai pengikut Kristus, kita diajak untuk senantiasa membagi dan menyalurkan cintakasih, rahmat dan berkat Tuhan yang telah kita miliki dan alami dan rasakan kepada mereka yang belum dapat merasakan cinta itu.
Jangan takut untuk mencintai, untuk memberi yang terbaik dan terindah untuk orang lain, untuk membahagiakan orang lain. Rajin berbuat kasih dan kebaikan. Tuhan selalu berpihak dan menyertai kita.
Semoga dengan bantuan doa Bunda Maria dan Santo Yosef, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang selalu menyalurkan cinta dan belaskasih Tuhan kepada orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Amin.


