Jumat (8-8-2025): Inilah Syarat Mengikuti Yesus! (Matius 16: 24-28)

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,  memikul salibnya dan mengikut Aku.  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?  Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?  Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.” (Matius 16: 24-28).

Oleh: Romo John Tanggul – Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

SUATU kali Santa Theresia dari Avila yang sering memperoleh pengalaman mistik mengeluh kepada  Yesus: “Tuhan,  mengapa saya sering  sering mendapat tantangan dan menderita,  padahal saya setia mengikuti Engkau dan mendengarkan dan melaksanakan SabdaMu dan rencana dan kehendakMu?”  Yesus menjawab: “Theresia, begitulah cara Aku memperlakukan orang-orang yang  mau mengikuti Aku.”  Serta merta dan dalam nada guyon Theresia berkata: “Tuhan, pantasan Engkau memiliki cuma sedikit pengikut!”

“Setiap orang  yang mau mengikuti Aku,  ia harus menyangkal dirinya,  memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,  ia akan memperolehnya. Apa gunanya orang memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya?” (Matius 16:24-26).

Di sini Yesus mengemukakan  rahasia atau syarat untuk bisa menjadi sahabat Yesus, sehingga tidak kehilangan nyawa, dan tetap “memperoleh seluruh dunia”.

Pertama, menyangkal diri. Penyangkalan diri berarti “menahan diri” dari segala sesuatu yang menyenangkan diri sendiri demi kepentingan yang lebih besar.  Mengorbankan kepentingan diri sendiri untuk Tuhan dan orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainnya.

Setiap saat dan di mana saja siap untuk mengatakan “tidak” untuk diri sendiri dan mengatakan “ya” untuk  Tuhan dan orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Mengabaikan kehendak sendiri,  meninggalkan keinginan-keinginan dan mengutamakan kebahagiaan dan keselamatan orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainnya.

Kedua, memikul salib. Yaitu  rela berkorban atau bekerja sungguh-sungguh demi kepentingan umum, orang banyak dan lingkungan ciptaan lainnya. Rela berkorban untuk  Tuhan dan orang lain.  Rela berkorban untuk  kepentingan Kerajaan Tuhan.  Rela berkorban untuk kebaikan umum.

Mengikuti Yesus (menjadi sahabat Yesus), berarti “menyerahkan diri dan hidup”  kepada Yesus dalam ketaatan dan kesetiaan yang sempurna. Harus selalu mengikuti jejak Kristus, Sang Guru (jalan, kebenaran dan hidup) dengan menyangkal diri dan memikul salib!

Rahasia mengikuti Yesus itu bisa mendatangkan kebaikan,  kebahagiaan,  dan keselamatan untuk kita; “tidak kehilangan nyawa,  tetapi memperoleh seluruh dunia”.

Selamat mengikuti, meneladani dan menjadi sahabat Yesus!  Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang setia menjadi sahabat Yesus dengan menyangkal diri dan memikul salib. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *