Minggu (10 Maret 2024): Bersukacitalah karena Kita Percaya dan Diselamatkan! (Yohanes 3: 16-21)

Karena begitu besar kasih  Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan  Anak-Nya  yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya  kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia  bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum;  barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak  Tunggal Allah.

Dan inilah hukuman itu: Terang  telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” (Yohanes 3: 16-21).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

Minggu Prapaskah ke IV biasa disebut Minggu Laetare (Minggu Sukacita/Bersukacitalah). Warta sukacita itulah yang kita dengar  dalam bacaan Injil hari ini.

“Begitu besar Kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang Tunggal”. “Terang itu bercahaya dalam kegelapan,  dan kegelapan tidak menguasainya!” (Yohanes 1:5). “Allah adalah Kasih!” (1 Yohanes 4:16).

Pewartaan Yesus ini dilukiskan sebagai ajakan untuk datang kepada terang, Allah yang adalah sumber kasih. Di sini Yohanes menekankan sikap atau tanggapan iman kita terhadap terang dan sumber kasih itu yaitu mendengarkan dan melaksanakan Sabda Yesus.  MengimaniNya sungguh-sungguh sebagai Anak Allah, yang berkorban karena mencintai kita dan membawa  hidup kekal kepada kita.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal!” (Yohanes 3:16).

Mari kita memberikan dan “membiarkan” diri “dibabtis” atau dilahirkan kembali dalam Roh dan menghidupi ajaran dan kehendakNya dalam kehidupan sehari-hari. Datang kepada terang berarti percaya kepada Allah  dengan pengantaraan Yesus Kristus (Terang Dunia).

Kita ditugaskan untuk mewartakan Terang (kebenaran iman) ini,  baik atau tidak baik waktunya, untuk menerangi “dunia yang gelap” ini. (Kisah Para Rasul  5:20). Allah sendiri akan membantu  kita dengan kuasa  RohNya untuk dapat mengimani Yesus dan memberitakan Injil,  Kabar Sukacita Tuhan.

Keyakinan akan penyertaan dan  campur tangan Allah dalam tugas berat dan mulia ini memberanikan kita untuk melaksanakan tugas ini.  Paulus katakan dengan berani: “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Roma 8:31).

Semoga kita selalu  dibimbing untuk selalu datang kepada teran sejati dan sumber kebenaran yaitu Yesus Kristus, sebab bersama Dia, kita mampu menghalau kegelapan hidup ini dan mampu berbuat kasih, baik dan benar.

Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+)  memberkati kita sekalian yang selalu  datang kepada Terang sejati dan berbuat kasih dan benar.  Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *