Kata Yesus kepada orang banyak, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan!” (Matius 11: 28-30).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.
BANYAK “beban hidup” yang kita hadapi sebagai manusia. Siapa yang tidak mempunyai beban hidup! Semua ada itu, meski dalam rupa, jumlah dan kadar yang berbeda-beda, Janganlah karena “beban hidup itu, kita lalu meragukan Tuhan Allah, mempertanyakan “di mana Tuhan Allah”, mengapa Dia tidak turun tangan, dan lain-lain pertanyaan seperti itu.
Semoga sikap hati dan pertanyaan-pertanyaan bernada protes itu menjadi satu bentuk “teriakan” minta tolong kepada Tuhan Allah (bukan malah sebaliknya menjauhi Tuhan Allah); menjadi satu bentuk upaya kita yang benar-benar membutuhkan pertolongan dari Tuhan Allah.
Kita menyadari kelemahan kita dan menyadari ketergantungan kita yang lemah kepada kekuatan Tuhan Allah. Kelemahan kita dikuatkan oleh Tuhan Allah sendiri.
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu!” (Matius 11:28). Yesus mengajak kita pada Masa Adven ini untuk datang “menyetor beban hidup” kepadaNya. Stop dosa, kesalahan dan kejahatan kita kepada Tuhan.
Dia menjadi jaminan memberi kelegaan. Apa Dia hoax? Tidak. Dia sendiri yang mengatakan dan mempraktekkanNya sampai menanggung semua beban kita dengan sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan ke surga, dan kedatanganNya kembali untuk “menanggung beban kita”. Menjadi lega bukan? Tuhan Allah luar biasa! Dia datang karena sungguh peduli. Sungguh mengerti kita, Siapa takut?
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang letih lesu dan berbeban berat dan berdosa, tapi mempunyai Tuhan Allah yang mengerti dan perduli dengan kita. Amin.


