Rabu (20-11-2024): Jangan Sia-siakan Hidupmu! (Lukas 19: 11-27)

Pada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem, orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera nampak. Maka Yesus berkata, “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.  Ia memanggil sepuluh orang hambanya   dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. 

Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.  Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. 

Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba  yang baik; engkau telah setia   dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.  

Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.  Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.  Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.  Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. 

Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu   sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.  Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. 

Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.  Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.  Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil,   juga apa yang ada padanya.  Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.” (Lukas 20: 11-27).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

HIDUP kita  (dengan segala potensi, bakat, kemampuan, status, pangkat, jabatan kita) diibaratkan dengan “Uang Mina” dalam perumpumaan Injil hari ini. Uang Mina/hidup itu “modal” yang harus dikelola,  digunakan, dilabakan, dikembangkan dengan  bertanggung jawab.

Hidup harus diisi dengan berbagai kebaikan dan cintakasih. Hidup adalah kesempatan emas untuk melayani Tuhan dan sesame (menurut lagu tadi) . Karena itu, jangan sia-siakan  waktu/kesempatan yang Tuhan berikan. Dan hidup kita harus jadi berkat.

Biarkan Tuhan memakai hidup kita  untuk melayani dan membawa berkat bagi orang lain, selagi masih kuat. Bila saatnya nanti  kita sudah tidak berdaya lagi, bersyukur dan berbahagialah karena hidup kita sudah menjadi berkat.

Selamat melayani dan menjadi berkat Tuhan. Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita yang sudah melayani dan menjadi berkat. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *