Renungan Kamis, 16 November 2023: Hadirkan Tanda Kerajaan Allah dengan Berbuat Baik dan Berbagi Kasih! (Lukas 17: 20-25)

Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang,   Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,  juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana!   Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”

Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia   itu dan kamu tidak akan melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. 

Sebab sama seperti kilat  memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus menanggung banyak  penderitaan dahulu dan ditolak  oleh angkatan ini.”  (Lukas 17: 20-25).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

BANYAK orang sibuk menerjemahkan makna dan kedatangan serta kehadiran Allah dan Kerajaan Allah dalam arti duniawi,  yang dilengkapi dengan tanda-tanda  ajaib dan spektakuler. Namun kenyataannya tidaklah demikian.

“Allah dan Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda  lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat,  ia ada di sini atau ia ada di sana. Sebab sesungguhnya Allah dan Kerajaan Allah ada di antara kamu!” kata Yesus kepada orang-orang  Farisi  dalam Injil hari ini. (Lukas 17:20-21).

Allah dan Kerajaan Allah itu sungguh nyata,  ada saat ini dan di sini, di “antara kita”.  Kehadiran Allah dan Kerajaan Allah sungguh nyata,  sudah ada dalam diri Yesus, sebagai Putera Allah.  Dia sudah ada,  sedang ada,  dan akan tetap ada. “Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu!a” (Lukas  17:22).

Kehadiran Yesus Putera Allah (Kerajaan Allah) di tengah dunia ini membawa misi Allah Bapa untuk  membebaskan penderitaan manusia. Untuk membebaskan kita dari sakit,  dosa,  kesalahan,  “kematian kecil dan yang  sesungguhnya”, kelaparan, dan berbagai persoalan hidup kita.  Itulah tanda nyata kedatangan dan kehadiran Kerajaan Allah.

Tugas kita sebagai  “anggota Kerajaan Allah” adalah mewujudkan Kerajaan Allah itu “saat ini dan di sini” lewat perbuatan-perbuatan baik atau kasih dan berbagi kasih  seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus sendiri. Janganlah kita mengharapkan perbuatan-perbuatan  besar,  atau mukjizat-mukjizat  besar seperti yang dilakukan Yesus.

Cukuplah kita   melakukan “mukjizat-mukjizat  kecil dan sederhana” untuk  mewujudkan Kerajaan Allah itu seperti: memperhatikan orang lain,  mendoakan,  mengunjungi yang sakit dan menderita atau berada dalam persoalan hidup, memberikan solusi untuk persoalan hidup, memberi pencerahan, mendoakan yang sudah meninggal,  melakukan karya amal kasih untuk  orang yang berkekurangan,  dan masih banyak lagi.

Kita menjadi  perpanjangan Kasih Tuhan untuk  orang lain. Kita wujudkan Kedatangan,  kehadiran Kerajaan Allah saat ini dan di sini dengan aneka macam perbuatan baik dan berbagi kasih.

Selamat menghadirkan Allah dan Kerajaan Allah.  Selamat mewujudkan Kerajaan Allah.  Selamat berbuat baik dan berbagi kasih.  Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang telah mewujudkan Kerajaan Allah saat ini –  di sini dengan berbuat baik dan berbagi kasih. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *