“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan!” (Matius 11: 28-30).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.
BANYAK dari kita tentu mengenal lagu rohani berjudul ALLAH PEDULI. Syairnya berbunyi demikian: “Banyak perkara yang tak dapat kumengerti, mengapakah harus terjadi di dalam kehidupan ini. Satu perkara yang kusimpan dalam hati, tiada satu pun ‘kan terjadi tanpa Allah peduli… Ref: Allah mengerti, Allah peduli, segala persoalan yang kita hadapi, tak akan dibiarkanNya kubergumul sendiri. Sebab Allah mengerti!”
Lagu ini mengungkapkan di satu pihak pergumulan dan beban hidup, persoalan hidup, kesulitan hidup, penderitaan, sakit penyakit kita. Namun , namun pihak lain mengungkapkan kepercayaan kepada Allah yang peduli, mengerti kita dan “memikul” semua “beban” hidup kita dan yang membebaskan dan menyelamatkan kita dari dosa, kesalahan, kejahatan kita.
Banyak “beban hidup” yang kita hadapi sebagai manusia. Siapa yang tidak mempunyai beban hidup? Semua ada itu, meski dalam rupa, jumlah dan kadar yang berbeda-beda. Janganlah karena “beban hidup itu, kita lalu meragukan Tuhan Allah, mempertanyakan “di mana Tuhan Allah”, mengapa Dia tidak turun tangan, dan lain-lain pertanyaan seperti itu.
Semoga sikap hati dan pertanyaan-pertanyaan bernada protes itu menjadi satu bentuk “teriakan” minta tolong kepada Tuhan Allah (bukan malah sebaliknya menjauhi Tuhan Allah). Menjadi satu bentuk upaya kita yang benar-benar membutuhkan pertolongan dari Tuhan Allah. Kita menyadari kelemahan kita dan menyadari ketergantungan kita yang lemah kepada kekuatan Tuhan Allah. Kelemahan kita dikuatkan oleh Tuhan Allah sendiri.
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu!” (Matius 11:28). Yesus mengajak kita untuk datang “menyetor beban hidup” kepadaNya. Stor dosa, kesalahan dan kejahatan kita kepada Tuhan. Dia menjadi jaminan memberi kelegaan. Apa Dia hoax? Tidak! Dia sendiri yang mengatakan dan mempraktekkanNya sampai menanggung semua beban kita dengan sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan ke surga, dan kedatanganNya kembali untuk “menanggung beban kita”. Menjadi lega bukan? Tuhan Allah luar biasa! Sungguh peduli. Sungguh mengerti kita Siapa takut?
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang letih lesu dan berbeban berat dan berdosa dalam hidup ini. Amin.


