Renungan Rabu, 13 Desember 2023: Datanglah padaNya, Ia Memberikan Kelegaan! (Matius 11: 28-30)

“Marilah kepada-Ku,  semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan!” (Matius 11: 28-30).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

BANYAK dari kita tentu mengenal lagu rohani berjudul  ALLAH PEDULI. Syairnya berbunyi demikian: “Banyak perkara yang tak dapat kumengerti, mengapakah harus terjadi di dalam kehidupan ini. Satu perkara yang kusimpan dalam hati, tiada satu pun ‘kan terjadi tanpa Allah peduli… Ref: Allah mengerti,  Allah peduli, segala persoalan yang kita hadapi, tak akan dibiarkanNya  kubergumul sendiri. Sebab Allah mengerti!

Lagu ini mengungkapkan di satu pihak pergumulan dan beban hidup, persoalan hidup, kesulitan hidup, penderitaan, sakit penyakit kita. Namun , namun pihak lain mengungkapkan kepercayaan kepada Allah yang peduli, mengerti kita dan “memikul” semua “beban” hidup kita dan yang membebaskan dan menyelamatkan kita dari dosa, kesalahan, kejahatan kita.

Banyak “beban hidup” yang kita  hadapi sebagai manusia. Siapa yang tidak mempunyai beban hidup?  Semua  ada itu,  meski dalam rupa, jumlah dan kadar yang berbeda-beda.  Janganlah karena “beban hidup itu,  kita lalu meragukan Tuhan Allah,  mempertanyakan “di mana Tuhan Allah”, mengapa Dia tidak turun tangan,  dan lain-lain  pertanyaan seperti itu.

Semoga sikap hati dan pertanyaan-pertanyaan  bernada protes itu menjadi satu bentuk “teriakan”  minta tolong kepada Tuhan Allah (bukan malah sebaliknya menjauhi Tuhan Allah). Menjadi  satu bentuk upaya kita yang benar-benar membutuhkan pertolongan dari Tuhan Allah. Kita menyadari kelemahan  kita  dan menyadari ketergantungan kita yang lemah kepada kekuatan Tuhan Allah.  Kelemahan kita dikuatkan oleh Tuhan Allah sendiri.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu!” (Matius 11:28). Yesus mengajak  kita untuk datang “menyetor beban hidup” kepadaNya.  Stor dosa, kesalahan dan kejahatan  kita  kepada Tuhan. Dia menjadi jaminan memberi kelegaan. Apa Dia hoax?  Tidak!  Dia sendiri yang mengatakan dan mempraktekkanNya sampai menanggung semua beban kita dengan sengsara,  wafat,  kebangkitan dan kenaikan ke surga,  dan kedatanganNya kembali untuk “menanggung beban kita”.  Menjadi lega bukan? Tuhan Allah luar biasa!  Sungguh peduli.  Sungguh mengerti kita Siapa takut?

Semoga  Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati  kita sekalian yang letih lesu dan berbeban berat dan berdosa dalam hidup ini. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *