Selasa (13-1-2026): Bersandarlah pada Tuhan Senantiasa (Markus 1: 21b-28)

Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. 

Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami,   hai Yesus orang Nazaret?   Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” 

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!”  Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit  dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. 

Mereka semua takjub,   sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”  Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh  Galilea. (Markus 1: 21-28).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

SEMENJAK dibabtis, kita telah menerima Allah Bapa,  Putera,  dan Roh Kudus. Sejak itu sampai detik ini dan sampai selamanya Allah Tritunggal Mahakudus itu selalu ada,  hadir, bekerja dan beserta kita, apapun keadaan.

Betapa indah, bahagia dan dahsyatnya hidup di dalam dan bersama Allah Tritunggal Mahakudus.

Pada setiap saat dan tempat, kita merasakan dan menghayati serta mengalami aktivitas bersama dengan Tuhan Allah. Menjadi orang Kristiani berarti kita tidak pernah merasa sepi sendirian, melainkan selalu ada “teman yang Ajaib dan penuh kuasa”.

“Kemudian Yesus pergi ke Kaparnaum,  sebuah kota di Galilea,  lalu mengajar di situ pada hari-hari  Sabat.  Mereka takjub mendengar pengajaranNya,  sebab perkataanNya penuh kuasa!” (Markus 1:21-22).

Tuhan Allah selalu ada,  hadir dan bekerja dalam diri kita yang rapuh ini. Tapi bisa juga bahkan  mungkin sering terjadi hidup kita dipengaruhi kuasa kejahatan dan kegelapan serta setan-setam dan godaan-godaan lainnya.

Namun setan,  kuasa jahat dan kegelapan apapun tidak akan berkutik dalam “ruang hidup kita yang penuh dengan Roh Allah, yang penuh kuat kuasa Allah, yang mengandalkan kuat kuasa Allah setiap saat di tengah kesibukan harian kita.

“Diam,  keluarlah daripadanya!” Yesus mengusir dan membekuk setan dari seorang yang kerasukan setan (Markus 1:25).

Kita yang selalu menyadari dan meyakini serta mengandalkan Allah dalam hidup ini “di sini saat ini”  sudah, sedang, akan selalu mendapat perlindunganNya. Kuasa Allah akan membentengi hidup kita dari kuasa jahat.

Maka tetaplah sandarkan diri dan hidup kita pada kuat kuasa Allah setiap saat di tengah kesibukan harian kita dengan yang standart. Terima Sakramen Ekaristi, Perayaan Ekaristi, Misa Harian (fakultatip) dan wajib misa hari-hari Minggu dan hari-hari Raya yang disamakan dengan Hari Minggu. Apakah kita siap? Siapa takut?

Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita yang selalu menyandarkan diri dan hidup kepada kuat kuasa Tuhan Allah apapun keadaan saat ini di sini. Amin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *