Dalam amanat perpisahanNya, Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.” (Yohanes 15: 12-17).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.
INJIL hari ini masih juga berbicara tentang Cinta Kasih. Yesus minta dan mengundang para muridNya untuk memiliki, menghayati dan mengamalkan sikap dan semangat cinta kasih. Kita diajak tinggal dalam kasihNya (sama seperti Dia, tinggal dalam kasih BapaNya). Yesus pasti mencintai kita sama seperti Dia dikasihi BapaNya.
Dia pun mengajak kita untuk mengasihi Tuhan, sesama, diri sendiri dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Mencintai atau mengasihi mengandung arti “memberi yang terbaik dan terindah” untuk Tuhan dan orang lain serta lingkungan ciptaan lainnya, apapun keadaannya.
Unsur penting dan dasariah dalam mengasihi adalah korban, pengorbanan. Korban apa saja, bahkan korban nyawa. “Tak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan nyawa (korban nyawa) untuk sahabat-sahabatnya!” (Yohanes 15:13). Di sana kita sudah, sedang dan akan menemukan sukacita, kegembiraan, kedamaian, kebahagiaan hidup. Tiada kebahagiaan tanpa pengorbanan!
Itulah perintah baru dari Tuhan untuk kita. Itulah mukjizat cinta. Itu baru namanya kita adalah sahabat Tuhan. “Kamu adalah sahabatKu, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu!” (Yohanes 15: 14).
Selamat menjadi sahabat Tuhan. Selamat melaksanakan perintah baru dari Tuhan Yesus: mencintai dan saling mencintai/mengasihi. Jangan pernah berhenti untuk mengasihi Tuhan dan orang lain dan juga diri sendiri dan lingkungan alam ciptaan lainnya, seperti yang telah Tuhan buat untuk kita. Ingat, Tuhan tidak pernah berhenti mencintai kita, orang lain dan lingkungan ciptaan lainnya.
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang tidak berhenti mencintai Tuhan, sesama dan diri sendiri dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Amin.


