Kamis (22-5-2025): Tinggal dalam Kasih Kristus dan Bagikan! (Yohanes 15: 9-11)

Dalam amanat perbisahanNya, Yesus berkata kepada para muridNya:  “Seperti Bapa telah mengasihi Aku,  demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku   itu.  Jikalau kamu menuruti perintah-Ku,  kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.  
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh!” (Yohanes 15: 9-11).
Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.  

 

YESUS Kristus adalah teladan dalam hal cinta kasih. Ia telah melakukan “segalanya” untuk  GerejaNya,  umatNya,  kita. Penyerahan diri sampai  wafat di kayu salib (serah nyawa,  korban nyawa = mati)  adalah pemberian diri Yesus yang total,  penuh,

Ia menegaskan cintaNya yang total, besar dan penuh itu dengan pernyataan dan “tindakan nyata/konkrit” yang tegas,  jelas dan menantang kita.: “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan (menyerahkan)  nyawa untuk sahabat-sahabatNya!” (Yohanes 15:13).

Dalam Cinta yang asli dan sungguh-sungguh, harus ada  unsur “korban”-nya (pengorbanan): korban perasaan, pikiran,  keinginan,  waktu,  tenaga, duit, material dan lain-lain  sampai “korban nyawa” untuk memberi yang terbaik dan terindah bagi “yang lain” (Tuhan, sesama, lingkungan alam ciptaan lainnya). Korban apa saja untuk menghidupkan, menyelamatkan, membahagiakan yang lain. Kalau unsur ini tidak ada, tidak tampak, maka cinta itu bisa dipertanyakan, diragukan kesungguhannya.

Selain itu,  Yesus mengajarkan  para muridNya (kita) bagaimana harus menghayati dan mengamalkan cinta, bagaimana mencintai dan mengungkapkannya secara nyata yaitu apapun yang diperintahkan dan diminta oleh Yesus harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh sukacita dan kegembiraan (bukan asal-asalan, terpaksa atau minta imbalan jasa atau duit atau bersungut-sungut). “Inilah perintahKu kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain!” (Yohanes 15: 17).

Selamat mengasihi Tuhan, sesama dan lingkungan alam ciptaan lainnya! Selamat saling mengasihi. Selamat tinggal dalam kasih Tuhan. Salam bawa kasih Tuhan ke mana-mana. Selamat saling  “menyerahkan nyawa” untuk yang lain (untuk  Tuhan dan sesama dan lingkungan alam ciptaan lainnya)!  Selamat saling berkorban!  Di sana ada sukacita,  kebahagiaan dan kegembiraan hidup.  Di sana hidup bisa dinikmati dengan sempurna!

Semoga dengan bantuan doa Bunda Maria dan Santo Yosef, Allah Tritunggal Mahakudus  (+) memberkati kita sekalian yang selalu tinggal dalam Kasih Tuhan dan berani berkorban bagi  “yang lain”. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *