Melihat Wajah Tuhan di SLB-C Santa Anna Kolongan Tomohon: Kala Senator Maya Rumantir Bernyanyi Bersama ‘Dengar DIA Panggil Nama Saya’

TOMOHON,KITAKATOLIK.COM==Mentari Minggu sore (13/03/2026) melukis warna keemasan di ufuk Tomohon saat Senator Dr. Maya Rumantir, MA., PhD., menapakkan kaki di SLB-C Santa Anna Kolongan Tomohon. Suasana sunyi seketika berubah menjadi hangat ketika puluhan pasang mata menyambut kehadirannya dengan binar yang murni. Di panti asuhan kelolaan Yayasan Joseph Esa Ene ini, 37 peserta didik dengan disabilitas intelektual atau tunagrahita menjalani hari-hari mereka dalam balutan kesederhanaan namun penuh dengan makna kasih sayang.

Langkah kaki sang Senator disambut hangat oleh Apriani Dela dan Stevani Banner, dua pengasuh yang wajahnya memancarkan ketabahan luar biasa di tengah keterbatasan panti. Senator Maya Rumantir terpaku sejenak, memandangi wajah-wajah suci para penghuni panti yang tersenyum tanpa beban meski dunia luar sering memandang mereka berbeda. Di tempat ini, waktu seolah berhenti berputar hanya untuk memberi ruang bagi ketulusan yang jarang ditemukan di hiruk-pikuk politik ibu kota.

Dalam pesannya yang menyentuh sanubari, Senator Maya Rumantir menegaskan bahwa kehadiran anak-anak spesial ini adalah bukti nyata betapa kasih Tuhan itu sungguh luar biasa. Beliau berujar lirih, “Di wajah-wajah polos inilah kita melihat kemurnian Tuhan yang tak ternilai harganya bagi dunia.” Beliau menyebut bahwa di balik keterbatasan intelektual mereka, terpancar kemurnian jiwa yang menjadi cermin bagi setiap manusia untuk selalu bersyukur atas napas kehidupan yang ada.

Suasana haru memuncak ketika suara merdu sang Senator mengalun lembut gembira menyanyikan lagu “Dengar DIA Panggil Nama Saya”. Anak-anak tersebut spontan bertepuk tangan, mengikuti irama dengan gerakan tubuh yang jujur, menciptakan harmoni yang menggetarkan sukma bagi siapa pun yang mendengarnya. Lagu itu bukan sekadar nyanyian, melainkan pengakuan iman bahwa Tuhan mengenal setiap pribadi di ruangan itu secara intim, tanpa mempedulikan kekurangan fisik maupun mental yang mereka miliki.

Apriani Dela dan Stevani Banner mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan mendadak ini, meski terselip sedikit penyesalan manis di hati mereka. “Kami sangat berterima kasih Ibu Senator mau datang ke tempat sunyi ini, namun kami sedikit menyesal kunjungan ini tanpa pemberitahuan,” ujar mereka. Mereka berharap andai tahu lebih awal, anak-anak panti bisa mempersiapkan diri untuk memamerkan berbagai kemajuan proses pengembangan diri yang telah dicapai.

Eksplorasi kasih di SLB-C Santa Anna terlihat jelas dari interaksi akrab antara pengasuh dan anak-anak yang mereka rawat dengan sangat sabar. Senator Maya Rumantir melihat ada wajah Tuhan yang tersenyum melalui pengabdian Apriani dan Stevani yang melayani tanpa pamrih setiap harinya. Ada cinta yang tak terbatas yang melampaui logika manusia, di mana kesabaran menjadi bahasa utama dalam membimbing tunagrahita untuk bisa mandiri dan merasakan hangatnya kasih.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, kunjungan kerja ini membawa secercah harapan bagi keberlangsungan panti melalui berbagai bantuan yang diserahkan langsung. Berbagai bingkisan personal diberikan kepada para penghuni panti yang menerimanya dengan sorak kegirangan yang mengharukan, ditambah paket beras untuk dapur panti. Tak lupa, Senator Maya Rumantir memberikan sangu khusus bagi kedua pengasuh sebagai apresiasi atas dedikasi mereka yang telah memberikan seluruh hidupnya demi anak-anak tunagrahita.

Kunjungan singkat namun mendalam ini meninggalkan jejak emosional yang kuat bagi seluruh penghuni SLB-C Santa Anna Kolongan di Minggu sore itu. Senator Maya Rumantir membuktikan bahwa tugas seorang senator bukan hanya tentang regulasi, melainkan tentang hadir dan merangkul mereka yang sering terlupakan. Beliau pulang membawa sejuta inspirasi, sementara para penghuni panti terus tersenyum, menyadari bahwa mereka sangat dicintai oleh sesama manusia dan dikenal namanya oleh Tuhan. (Femm/Gibe).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *