JAKARTA,KITAKATOLIK.COM–Paus Fransiskus meninggal pada Senin pagi (21/4/2024), pukul 07.35 waktu Roma atau pukul 14.35 Waktu Indonesia Bagian Barat dalam usia 88 tahun. Selain karena faktor usia yang memicu beberapa penyakit, terutama pneumonia bilateral (radang paru-paru pada kedua sisi) yang didiagnosis pada 18 Februari 2025 yang lalu. Paus juga menderita bronkitis dan sering pengalami penyakit pernapasan.
Dukacita mengalir dari berbagai belahan dunia, juga dari Indonesia. Menteri Agama Republik Indonesia Profesor Dr. KH. Nazaruddin Umar MA menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya Paus Fransiskus. Ia mengaku Paus Fransiskus sebagai pribadi yang sangat bersahabat dan memiliki ketulusan cinta.
“Saya, sebagai Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Agung Istiqlal, mengucapkan dukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya yang mulia Paus Fransiskus,” katanya di Jakarta, Senin (21/4/2024). Ia berharap, nilai-nilai yang selama ini disuarakan Paus Fransiskus terus digelorakan. “Bagi umat Katolik Indonesia yang berduka atas peristiwa ini, kita mohonkan kesabaran menghadapi cobaan ini,” katanya.
Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati juga menyatakan duka mendalamnya. Menurut Sri Mulyani, Paus Fransiskus adalah sosok pemimpin yang penuh kasih, rendah hati, dan selalu menyerukan perdamaian serta persaudaraan antar umat manusia. “Semoga beliau beristirahat dalam damai di sisi Tuhan. Selamat jalan jiwa yang mulia!” tulisnya di laman fb-nya.



