BOGOR,KITAKATOLIK.COM—Uskup Emiretus Keuskupan Bogor Mgr. Cosmas Michael Angkur, OFM akan dimakamkan pada Senin (23/12/2024) di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kalimulya, Depok, usai Misa Requiem yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM.
Sebelumnya, pada pukul 10.00 WIB, digelar Misa Requiem di Gereja Paroki BMV Katedral Bogor yang juga dipimpin Mgr. Uskup Paskalis. Selama tiga hari, dari 20 hingga 22 Desember 2024, jenazah disemayamkan di Kapel Sacra Familia, Jalan Kapten Muslihat No. 22. Selama tiga hari itu, umat diundang berpartisipasi dalam Misa, Ibadah dan Rosario yang dimulai pukul 19.00 WIB.
Mgr. Michael Angkur meninggal di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo pada Rabu (18/12/2024) pada pukul 12.06 WITA dalam usia 87 tahun. Uskup kelahiran Lewur, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, ini menjabat Uskup Bogor sejak 23 Oktober 1994 hingga 21 November 2013. Lalu digantikan oleh Uskup Paskalis yang ditahbiskan pada 22 Februari 2014.
Setelah pensiun, Uskup Michael memilih tinggal di rumah peristirahatannya di Komunitas Santo Fransiskus Gorontalo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Selama di Labuan Bajo, saat sudah pension, ia masih terus aktif melayani.
Seperti diceritakan Pater Hendrikus Seta, OFM., Mgr. Michael menginisiasi pendirian Rumah Aspiran pertama setelah Indonesia menjadi Provinsial untuk OFM. Rumah Aspiran itu kini telah berdiri kokoh di Gorontalo, Labuan Bajo.
“Tepat ketika Rumah Aspiran yang Beliau gagas berdiri kokoh di Gorontalo Labuan Bajo, justru hari ini Beliau dipanggil Tuhan,” kata Pater Hendrikus Seta, Rabu (1/12/2024) dalam kotbahnya.
Pernah jadi Ketua DPRD
Uskup Michael mengirarkan kaul kekal bersama Frater Alex Lanur pada 2 Agustus 1964. Dan tiga tahun setelahnya ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Bogor saat itu, Mgr. Paternus Niholas Joannes Cornelius Giese OFM di Katedral Bogor.
Seperti diceritakan dalam buku “Mgr. Michael Cosmas Angkur OFM: Pemimpin Sederhana” karya A. Bobby, Pr., Pastor Michael pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Tingkat II, Jayawijaya sekaligus Pembina Golkar di Kabupaten tersebut.
Bagaimana bisa? Begini ceritanya. Saat bermisi di Paroki Kristus Penebus Hebupa, Keuskupan Jayaura, ia didatangi sejumlah politikus. Mereka meminta pater Michael menjadi Ketua DPRD II Kabupeten Jayawijaya. Ia mengajukan syarat. Pertama, mereka harus berkomunikasi dengan Uskup dan pemimpin daerah setempat. Kedua, memastikan bahwa jabatan politik tersebut tak mengganggu karyanya sebagai pastor paroki.
Mereka menyanggupinya. Pada Januari 1970, ia resmi menjadi Ketua DPRD II, Jayawijaya sekaligus Pembina Golkar Kabupaten. Bahkan sempat menjadi anggota DPRD I Provinsi Irian Barat (1971-1977).


