Rabu (18 September 2024): Terimalah Kebenaran yang DiwartakanNya, Jangan Menutup Hatimu! (Lukas 7: 31-35)

Sekali peristiwa, berkatalah Yesus kepada orang banyak: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?  Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.

Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur,  dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.  Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.” (Lukas 7: 31-35).

Oleh: Romo John Tanggul,  Paroki Todo, Keuskupan Ruteng.  

BACAAN Injil hari ini  mengajak kita untuk merenungkan soal kekebalan hati dan telinga kita terhadap undangan, tawaran, pencerahan Tuhan untuk mendekat, merapat kepadaNya.    Tuhan selalu mengundang, namun kadangkala bahkan sering, kita menutup diri: menutup mata, telinga, mulut, hati, pikiran, hati terhadap iman, harapan dan kasih yang ditawarkan Tuhan dengan berbagai macam alasan.

Salah satu alasannya adalah kita lebih memilih tetap berada dalam kedosaan kita dan tidak mau berubah. Keadaan lama kita yang penuh dengan dosa dan kejahatan terasa “nikmat dan menyenangkan”, sehingga kita tidak lagi menyadari diri tengah hidup dalam lumpur dosa dan kejahatan.

Itulah yang diungkapkan oleh Injil hari ini. Walaupun Yohanes dan Yesus sudah mengundang dan menawarkan untuk mewartakan Kerajaan Allah,  namun orang-orang yang mendengarnya tetap menutup mata,  telinga dan hati untuk  menjawabnya. Bersikap apatis atau masa bodoh.

Kita mungkin juga seringkali tertutup hati,  mata,  telinga, mulut, tangan, pikiran, iman, harapan dan kasih untuk mendengar, menghayati dan melaksanakan suara, rencana dan kehendak Allah yang sebenarnya berguna untuk  keselamatan diri kita. Kita diajak untuk membuka mata, telinga, mulut, pikiran, tangan: iman, harapan dan kasih yang ditawarkan Tuhan Allah sendiri.

Semoga  Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita  sekalian yang selalu membuka mata, telinga, mulut, hati, tangan, pikiran kepada rencana dan kehendak Allah. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *