Rosario, Pengalah Setan dan Nafsu, Pun Musuh yang Kejam

KITAKATOLIK.COM—SEBUAH lagu tua terus bergema setiap kali memasuki bulan rosario, Mei atau Oktober. Berjudul “Rosario” atau “Rosario Lambang Suci”, lagu ini mengekspresikan keyakinan teguh atas daya rohani maha dasyat  dalam rosario (juga doa rosario).

Rosario, lambang suci, Rosario lambang suci, pengalah setan dan nafsu, pun musuh yang kejam!” Refrein lagu ini mengekspresikan kekuatan itu. Ditambah syair solo yang kian menggambarkan kedasyatan kekuatan rosario itu.

“Aku berdoa Rosario Kudus mohon kurnia dan rahmatNya. O, lambang suci Rosario alat senjata Ajaib! (ayat 1). “Belum kudengar sekali terjadi, engkau dikalahkan musuhmu, sejarah para leluhurku, patut dijadikan bukti!” (ayat 2). “Aku memohon o Ratu Rosari, lindungi nusa dan bangsaku, pembesar Greja dan karyanya, demi kerajaan Allah!” (ayat 3). Dan ayat 4: “Kuminta pula kepadamu Bunda, bila ajalku mendekat, kiranya lambang Rosario, hantarkan aku ke Bunda!”

Tak jelas betul, siapa pengarang lagu yang termuat dalam buku lagu Katolik “Yubilate” nomor 460 (atau 627) ini. Yang jelas, lagu yang sangat lekat di hati umat (terutama yang menggunakan buku Yubilate) itu, sangat populer dan mendorong umat untuk terus menganggap rosario sebagai “senjata ajaib”.

Bulan Rosario

Sejak dulu, bulan Oktober dinobatkan sebagai bulan Rosario. Jelang bulan Oktober,  Paus Leo XIV telah mengajak seluruh umat Katolik untuk berdoa Rosario di sepanjang bulan Oktober yang dikenal sebagai Bulan Rosario ini.

Bahkan Menteri Agama Republik Indonesis Prof. Dr. H. Nazaruddin Umar, MA juga mengucapkan selamat kepada umat Katolik yang segera memasuki Bulan Rosario sesaat sebelum memasuki bulan istimewa ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dalam pesannya, Menag menegaskan bahwa doa Rosario bukan sekadar tradisi rohani, tetapi juga jalan untuk menumbuhkan kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman bangsa.

“Doa tidak hanya menguatkan batin, tetapi juga membentuk sikap hidup yang penuh cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Nasarudin Umar. Ia mengajak umat Katolik menjadikan doa Rosario sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus mewujudkan nilai iman dalam tindakan nyata.

Doa Kitab Suci

Mencermati strukturnya, Doa Rosario terlihat sangat biblis, atau berdasar pada Kitab Suci. Setiap peristiwa dibuka dengan doa Bapa Kami, doa yang diajarkan sendiri oleh Tuhan Yesus kepada para muridNya, juga kepada kita semua. (Matius 6: 9-13).

Disusul dengan 10 kali doa Salam Maria yang juga langsung berasal dari Alkitab. Bagian pertama, “Salam, hai kamu yang penuh rahmat, Tuhan besertamu,” berasal dari Lukas 1:28, dan bagian kedua, “Terpujilah engkau di antara perempuan dan terpujilah buah rahimmu,” terdapat dalam Lukas 1:42.

Peristiwa-peristiwa yang direnungkan setiap 10 untaian Salam Maria juga merupakan peristiwa Kitab Suci.

Daya perlindungan

Pengalaman gereja menunjukkan adanya kekuatan besar di balik Doa Rosario. Rosario telah terbukti menjadi kekuatan ajaib untuk melindungi mereka yang beriman dan menganugerahkan rahmat tambahan kepada mereka, seperti kemenangan pasukan Kristen dalam Pertempuran Lepanto setelah Santo Pius V memohon umat Kristen Barat untuk berdoa rosario.

Banyak santo besar sepanjang sejarah, termasuk Paus Yohanes Paulus II, Padre Pio, dan Lucia dari Fátima, juga telah mengakui rosario sebagai senjata paling ampuh dalam memerangi pertempuran rohani sejati yang kita hadapi di dunia.

Kita tahu bahwa peperangan rohani adalah bahaya yang nyata dan nyata: “Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” (Ef. 6:11–12).

“Rosario adalah senjata ampuh untuk mengusir setan dan menjauhkan diri dari dosa … Jika Anda menginginkan kedamaian di hati, di rumah, dan di negara Anda, berkumpullah setiap malam untuk mendaraskan rosario. Jangan biarkan satu hari pun berlalu tanpa mendaraskannya, betapa pun terbebaninya Anda dengan banyaknya kekhawatiran dan kerja keras,” kata Paus Pius XI.

Mari kita ulangi refrain lagu di atas: “Rosario, lambang suci. Pengalah setan dan nafsu, pun musuh yang kejam!” (dbs/Paul MG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *