Sabtu (31-5-2025), Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet: Jadilah Misionaris seperti Maria! (Lukas 1: 39-45)

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. 

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan  dan diberkatilah buah rahimmu.  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku  datang mengunjungi aku?

Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Lukas 1: 39-45).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

HARI ini kita merayakan Ekaristi memperingati Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet dan bertepatan juga dengan Penutupan Doa Rosario Bulan Mei 2025. Kita mau petik apa dari Pesta Maria Mengunjungi Elisabeth dan Devosi kepada Bunda Maria,  terutama pada bulan Rosario (Mei dan Oktober)?

Inti dari kedua kegiatan Maria ini adalah kunjungan. Bukan tanpa makna. Kunjungan dengan membawa serta “ole-ole”, kado, “sesuatu yang terbaik dan terindah”, Kabar Gembira atau sukacita, rahmat dan berkat yaitu Tuhan Yesus (yang ada dalam kandungan Maria) untuk dibagikan atau diberikan kepada Elisabeth dan Zakaria  yang notabene berada dalam “persoalan hidup yang berat” (mengandung dalam usia tua atau mati haid).  Ini persoalan yang sangat memalukan. Dampak kunjunganya adalah sukacita, kegembiraan. “Pencerahan” bagi Elisabeth bahkan bagi anak yang masih dalam rahimnya.

Reaksi Maria atas “pengalaman iman” Elisabeth yang mendapat “kunjungan Tuhan” yang  menggembirakan adalah  bersyukur dan memuji keagungan dan kebesaran Tuhan dengan bernyanyi: “Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah Juru Selamatku!” (Lukas 1:46-47).

Dalam konteks ini, Maria dipandang sebagai misionaris pertama yang membawa kabar gembira pertama tentang Yesus kepada orang-orang lain. Misionaris adalah orang-orang yang diutus membawa Kabar Gembira tentang Yesus kepada orang lain. Maria telah membawa “itu” kepada Elisabeth,  anak dalam rahimnya dan suaminya, kepada kita.

Kita juga adalah misionaris zaman jubu kalau bisa “menampakkan atau menghadirkan”  Yesus dari dalam diri kita dan menjadi sumber kegembiraan atau sukacita, rahmat, berkat bagi  orang lain. Kunjungan dan Kehadiran kita bagi orang lain membawa dan membuahkan sukacita dan kegembiraan, rahmat dan berkat bagi orang lain, terutama bagi mereka yang berada dalam persoalan hidup (seperti  halnya Elisabeth).

Selamat berdevosi kepada  Bunda Maria (bukan hanya pada bulan-bulan Rosario) yang selalu mengunjungi kita (Elisabeth-Elisabeth jaman kini) yang tidak luput dari persoalan hidup.  Selamat menjadi Misionaris bagi orang lain. Semoga dengan bantuan doa Bunda Maria dan Santo  Yosef, Allah Tritunggal Mahakudus (+)  memberkati kita  sekalian yang menjadi misionaris bagi orang lain saat ini di sini. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *