Sekali peristiwa Yesus berkeliling ke semua kota dan desa. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan mewartakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak yang mengikuti-Nya, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
Maka Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit. Maka mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Lalu Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
Yesus mengutus mereka dan berpesan, “Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel! Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berikanlah pula dengan cuma-Cuma!” (Matius 9:35-10:1.6-8).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.
DALAM Injil hari ini, dengan penuh kuasa, Yesus menyembuhkan seorang bisu yang kerasukan setan sehingga dia bisa berbicara. Yesus berkeliling ke semua desa dan kota untuk mengajar dan mewartakan Kabar Gembira atau Kerajaan Allah serta menyembuhkan orang-orang sakit. Sungguh kita menyaksikan perbuatan besar Allah untuk keselamatan dan kebahagiaan umat manusia.
Yesus mau membebaskan manusia dari belenggu dosa dan segala penyakit yang dideritanya. Yesus selalu mudah tergerak hatiNya untuk menolong orang-orang yang terlantar dan menderita. KehadiranNya di tengah masyarakat menjadi tanda nyata datangnya Kerajaan Allah.
“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala!” (Matius 9:36).
Yesus mengajak kita untuk memiliki hati, sikap dan semangat seperti Yesus Sang Gembala Agung. Menjadi orang yang mudah tergerak hati oleh belas kasihan untuk menolong dan memperhatikan orang-orang yang terlantar dan menderita.
Banyak saudara-saudari kita yang terlantar dan menderita yang membutuhkan perhatian, bantuan dan pertolongan. Bantuannya tidak mesti bersifat material ataupun finansial. Bantuan dalam bentuk kehadiran, nasihat, teguran, memberi solusi, memberi pikiran konstruktip, memberi pencerahan, dan lain-lain semacam itu pasti akan sangat berarti bagi yang “menderita dan terlantar dan berada dalam persoalan hidup”. Maka milikilah sikap dan semangat berbagi. Sekecil apapun perhatian kita terhadap mereka akan sangat berarti bagi mereka. Itulah tanda belaskasihan kita terhadap mereka.
Selamat memiliki sikap dan semangat berbagi! Milikilah hati yang mudah tergerak oleh belaskasihan. Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang mudah tergerak hati oleh belaskasihan. Amin.


