
KITAKATOLIK.COM–Anggota MPR/DPD RI sekaligus Pendiri Komunitas Persahabatan dan Perdamaian – Kelompok Doa SABDA, Senator DR. Maya Rumantir, M.A., Ph.D., secara resmi menggalang kegerakkan spiritual global untuk mendoakan keselamatan dan pemulihan para korban bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur.
Aksi solidaritas kerohanian ini ditujukan kepada seluruh jajaran anggota, relawan, hingga simpatisan Komunitas Persahabatan dan Perdamaian yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Senator Maya menginstruksikan seluruh jejaringnya untuk menyisipkan agenda doa khusus dalam aktivitas harian mereka serta meluangkan waktu khusus demi menguatkan para korban yang tengah tertimpa bencana.
“Duka Flores adalah duka mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia. Saya mengimbau setiap individu untuk menguatkan saudara-saudara kita di sana dengan ketulusan doa sesuai dengan keyakinan dan iman percaya masing-masing,” ujar Senator Maya Rumantir dalam keterangan tertulisnya.
Dalam refleksi spiritualnya, Senator Maya menekankan sudut pandang teologis yang mendalam mengenai peristiwa alam ini. Ia merefleksikan bahwa bencana yang terjadi sejatinya bukanlah bentuk amarah buta dari Sang Pencipta. Sebaliknya, peristiwa maha dahsyat tersebut merupakan simbol bentuk sayang dan cinta dari Tuhan untuk memurnikan hati manusia dan memanggil umat-Nya agar kembali mendekat dan bersandar penuh pada dekapan kasih-Nya.
Lebih lanjut, ia mengeksplorasi kedahsyatan kekuatan doa sebagai instrumen metafisika yang melampaui logika material. Menurutnya, doa yang dinaikkan dengan iman universal terbukti mampu menggerakkan mukjizat, menghadirkan kedamaian di tengah keputusasaan, serta mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.
Himbauan dari Senator Maya Rumantir tersebut langsung direspons cepat di tingkat daerah. Ketua Komunitas SABDA Manado, Pendeta Stany Lengkong, S.Th., M.Th., menyatakan kesiapan penuh untuk menggerakkan seluruh basis jemaat di Sulawesi Utara. Komunitas SABDA Manado menyambut ajakan tersebut dengan langkah konkret melalui pengorganisasian rantai doa estafet tanpa putus yang melibatkan pemuka agama hingga jemaat awam.

Pendeta Stany menambahkan bahwa keterlibatan aktif ini merupakan wujud nyata dari buah iman yang hidup dan berdampak bagi sesama. Selain gerakan doa, pihak SABDA Manado kini tengah mempersiapkan aksi kemanusiaan lanjutan guna menyalurkan bantuan logistik ke lokasi bencana.
Berdasarkan laporan situasi terkini dari lapangan, kondisi daratan Flores pasca-gempa dilaporkan sangat memprihatinkan. Kerusakan masif melanda infrastruktur publik mulai dari jalan utama, jembatan, rumah ibadah, hingga fasilitas kesehatan, yang berimplikasi pada terhambatnya distribusi logistik penyelamatan.
Saat ini, ribuan warga pengungsi—termasuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia—terpaksa bertahan di tenda darurat seadanya dengan pasokan air bersih dan makanan yang sangat terbatas. Kondisi psikologis warga juga masih diselimuti kecemasan mendalam akibat ancaman gempa susulan.
Melalui sinergi spiritual antara Senator Maya Rumantir, Komunitas SABDA, dan solidaritas global, gerakan doa bersama ini diharapkan menjadi aliran energi positif yang menguatkan para korban serta tim relawan di lapangan demi kebangkitan total Pulau Flores. (Rekcy Paulus Runtuwene)

