STTIJA Lahirkan Sarjana Baru pada Wisuda Angkatan Ketiga

JAKARTA,KITAKATOLIK.COM—Sekolah Tinggi Teologia Injili Jakarta (STTIJA) yang telah memiliki status Akreditasi “Baik” dengan SK BAN PT No.2673/SK/BAN-PT/Ak-PKM/MIV/2020 untuk prodi PAK, menggelar Wisuda Sarjana Pendidikan Agama Kristen di Kampus A, Jalan Kerja Bakti, No.15, RT-001/RW-002, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Rabu (24/11/2021).

Dihadiri  secara offline oleh para wisudawan/ti, para dosen dan beberapa mahasiwa/i dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, acara wisuda ini diikuti pula secara online atau daring oleh para orangtua dan kerabat wisudawan/i yang mayoritasnya berasal dari daerah dan suku, antara lain dari Timor, Nias, Batak, Dayak, Ambon, Toraja, Alor, Sumba dan bahkan Flores.

Selain kebaktian dan prosesi akademis formal, acara yang dibingkai dengan tema “Dialah yang menjadikan kita dan punya dialah kita” (Mazmur 100:3) ini diisi dengan kata sambutan yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa dan Ketua STTIJA, Willem Frans Ansanay, SH.,M.Pd.

Menurut Willem, para mahasiswa yang sudah lulus dan segera terjun ke lapangan biasanya dibekali dengan sekurang-kurangnya dua keahlian atau keterampilan dasar, yaitu kemampuan mengajar, terutama Pendidikan Agama Kristen dan kemampuan untuk membuka medan pelayanan baru atau juga pengembangan jemaat.

“Setelah mereka lulus PAK atau Pendidikan Agama Kristen, kita punya waktu selama kurang lebih  setahun untuk Pendidikan Teologi. Selain belajar teologi, kepada mereka juga diberikan kesempatan untuk belajar berkotbah, memimpin pujian, memimpin kebaktian dan sebagainya terkait pembinaan jemaat. Sehingga ketika mereka ke lapangan, mereka sungguh sudah siap,” jelas Willem kepada para wartawan usai acara wisuda.

Jadi, lanjut dia, sebelum ke lapangan, setiap  lulusan STTIJA sudah diperlengkapi terlebih dahulu dengan 2 Surat Keputusan (SK). Pertama, SK Yayasan untuk digunakan bila ada peluang membuka TK/PAUD. Kedua,  SK dari Sinode GKSI (yang dari sonode GKSI) bila ada keinginan untuk merintis pelayanan jemaat baru.

Ketua STTIJA Willem Frans Ansanay, SH.,M.Pd.

Sementara dalam kata sambutannya, ia menegaskan bahwa kehadiran dan misi STTIJA selaras dengan tujuan pembangunan pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo yang termuat dalam point ketiga dari Nawacita yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka negara kesatuan Republik Indonesia.

“STTIJA terus berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah melalui Bimas Kristen Kemenag RI dan Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendikbud tentang peningkatan daya saing bangsa dan mutu lulusan. Caranya, dengan meningkatkan  mutu karakter dan keterampilan melalui kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat dan praktek di dunia pendidikan dan pelayanan,” urainya.

Awal perjuangan

Mewakili para wisudawan, Adrianton Saogo S.Pd. menegaskan bahwa gelar kesarjanaan yang mereka sandang kini bukan merupakan puncak, tapi titik awal perjuangan memberikan arti bagi gereja dan bangsa.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua STTIJA William Frans Ansanay yang telah memberikan kesempatan, memprasaranai dan membimbing mereka hingga saat kelulusan mereka.

“Kami berterima kasih kepada Ketua STT Injili Jakarta, Bp. Willem Fran Ansanay, yang telah merangkul, memperhatikan, membina dan memberikan kesempatan kepada kami. Padahal kami anak kampung—bukan siapa-siapa. Kami juga diberi makan, diberi tempat, dan disponsori, hingga hari ini bisa sampai pada titik ini,” katanya.

Adapun para wisudawan Tahun Akademik 2021/2022 yang diambil sumpahnya hari itu adalah Ardianton Saogo, Anita Heti M. Tefbana, Denci Yuliana Benu, Eka Lestari, Fanuel Harsiatmo, Ferdinand E Tefbana, Fernis Laia, Josua Andri Saptra Manurung, Julius Salle, Karel Sanda Nalle, Mariance Adelvince Ora, Melkitus Uppu, Okben Naibaho, Rotua Meilinda Hutauruk, Santa Theresia Br. Sembiring, dan Sulistiorini Styaningsi Smaut.

Wisuda tahun ini dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) yang digelar dari tanggal 19-21 November 2021 dan perayaan HUT-nya yang ke-33.  (Paul MG)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *