Antara Lourdes dan Santa Bernadette

KITAKATOLIK.COM—Lourdes menjadi salah satu tujuan wisata rohani dunia yang sangat dikenal dan banyak dikunjungi. Sejak kecil, umat telah mengenal tempat ini melalui lagu “Di Lourdes di Goa” atau “Ave-Ave” yang biasa dinyanyikan setiap bulan Maria dan bulan Rosario.

Lourdes terkenal karena terjadi penampakan Bunda Maria. Penampakan Santa Perawan Maria dari Lourdes dialami oleh seorang gadis bernama Bernadette Soubirous yang tinggal di Lourdes, sebuah desa di pegunungan Pyrenees, di wilayah selatan Prancis. Bernadette berasal dari keluarga yang sangat miskin dengan ayahnya yang bekerja sebagai penggiling gandum. Bernadette berjumpa dengan penampakan Bunda Maria sebanyak 18 kali dari tanggal 11 Februari hingga 16 Juli 1858. Pada waktu itu, Bernadette masih berusia 14 tahun.

BACA JUGA: Sambut Tahun Yubileum 2025, Lourdes Menunggu Para Peziarah  kitakatolik.com/sambut-tahun-yub…gu-para-peziarah/

Bernadette lahir pada 7 Januari 1844 di Hautes-Pyrenees, Prancis dan meninggal pada 16 April 1879 di biaranya di Nevers, Nievre Perancis.  St. Bernadette Soubirous disemayamkan di kapel biara Saint-Gildard di Nevers, Prancis, dalam sebuah peti kaca. Bernadette dibeatifikasi oleh Paus Pius XI pada 14 Juni 1925. Dan dinobatkan menjadi Santa pada 8 Desember 1933 oleh paus yang sama.

Satu abad

Peristiwa yang boleh jadi bakal jadi puncak atau paling banyak dihadiri peziarah sedunia di Tahun Yubileum adalah  peringatan satu abad St Bernadette dinobatkan menjadi orang suci atau santa yakni pada tanggal 14 Juni 2025.

Dikutip dari lourdesvolunteers.org, sebutan orang suci disematkan pada St Bernadette saat ia meninggal pada tanggal 16 April 1879, sekitar pukul 15.15 sore. Bernadette Soubirous atau dikenal sebagai Suster Marie-Bernard di dalam ordonya, meninggal di RS Sainte Croix (Salib Suci) di Biara Saint-Gildard di Nevers, Prancis, di usia 35 tahun.

Saat para biarawati di biara itu berlutut di sekeliling tempat tidurnya untuk mengulang doa bagi orang yang sedang sekarat, mereka mendengar Suster Marie-Bernad berkata dengan suara pelan, “Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah aku! Seorang pendosa yang malang, seorang pendosa yang malang…” Dia tidak dapat melanjutkan.

Begitu berita itu tersebar, orang-orang berbondong-bondong datang ke biara, dan meneriakkan, “Orang suci itu telah meninggal! Orang suci itu telah meninggal!”

Jenazah Bernadette ditempatkan dalam peti mati yang disegel, lalu dikuburkan di dekat kapel St Joseph di halaman biara. Pada tahun 1908 jenazahnya digali oleh komisi yang dibentuk untuk melanjutkan pemeriksaan kehidupan dan karakter Bernadette. Mujizat Tuhan, jenazah Bernadette ditemukan dalam keadaan utuh dan tidak rusak.

Pada bulan Agustus 1913, Paus Pius X menganugerahkan gelar Yang Mulia kepadanya, dan pada tanggal 14 Juni 1925, upacara beatifikasi dilaksanakan. Sejak saat itu, jasadnya, yang disemayamkan dalam relikui kaca, disemayamkan di Kapel Biara St Gildard di Nevers, dijaga di atas oleh patung Perawan Terberkati, dan oleh para biarawati yang berjaga.

Di Roma, pada tanggal 8 Desember 1933, pada Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda, Bernadette Soubirous (biarawati kecil yang rendah hati, buta huruf, jujur, dan taat) dikanonisasi oleh Paus Pius XI sebagai seorang Santa Gereja Katolik Roma. Hari Rayanya diperingati pada tanggal 16 April, tetapi diperingati pada tanggal 18 Februari di negara asalnya, Prancis. (PR/admin).

One Comment on “Antara Lourdes dan Santa Bernadette”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *