Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.
Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga!” (Matius 18: 1-5.10).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.
“ENGKAU tidak sendirian!” adalah ungkapan yang sering dikemukakan untuk menguatkan dan meneguhkan seseorang dalam situasi hidup tertentu (terutama dalam situasi hidup yang serba sulit dan gelap). Ada kekuatan serta pengharapan untuk meneruskan perjalanan dan perjuangan hidup, usaha, karya, dan lain-lain semacam itu.
Kekuatan, pengharapan/optimisme, keberanian dan keteguhan hidup itu muncul karena keterlibatan, campur tangan, penyertaan dan pendampingan cinta dari banyak pihak melalui berbagai cara: sapaan, pencerahan, perhatian, perelindungan, kehadiran, doa, semangat, motivasi, nasihat, beri solusi, peringatan, teguran, dan lain-lain.
Dalam perjalanan hidup kita di atas panggung dunia inipun, Allah yang diimani senantiasa mendampingi dan menuntun kita melalui malaikat pelindung masing-masing. Ini mesti disadari, diyakini dan dinikmati.
“Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaekat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab namaKu ada di dalam dia!” (Keluaran 23:20-21).
Kata Yesus kepada orang yang memandang rendah kepada anak-anak yang percaya sungguh kepada orangtuanya (kuat kuasa Allah): “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada Malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah BapaKu di surga! (Matius 18:5.10).
Allah melindungi kita dalam diri Malaekat Pelindung yang menuntun dan melindungi kita masing-masing. Malaikat Pelindung inilah yang menjaga dan mengarahkan hidup kita agar selamat dan selalu berada pada jalan, rencana dan kehendak Allah.
Perlindungan dan pendampingan Allah melalui Malaikat Pelindung kita itu perlu disyukuri. Syukur dan Pujian ini menyata dalam sikap dan semangat: Tobat, pertobatan, keterbukaan, kerendahan hati serta penyerahan diri kepada Allah.
Kita diajak untuk senantiasa bertobat, bersikap terbuka dan menyerahkan diri kepada rencana dan kehendak Allah dalam hidup sehari-hari. Sadarlah dan yakinlah: Kita tidak sendirian dalam hidup ini! Malaikat Pelindung, utusan Allah, Bunda Maria selalu melindungi, menjaga, dan menuntun kita. Siapa takut?
Selamat memasuki hari ke-2 berdoa Rosario. Selamat merayakan Pesta Malaekat Pelindung masing-masing. Semoga dengan bantuan doa Bunda Maria dan Santo Yosef dan Malaikat Pelindung masing-masing, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati kita sekalian yang selalu ditemani Malaikat Pelindung masing-masing. Amin.


