KITAKATOLIK.COM– HARI ini, gereja Katolik seluruh dunia merayakan Pesta Tubuh dan Darah Kristus. Pesta Misa atau Pesta Perayaan Ekaristi. Pesta Terima Sakramen Ekaristi. Pesta Misa Harian, Misa Hari Minggu, Hari-hari Raya yang disamakan dengan hari Minggu, Pesta Misa apa saja. Karena hanya dalam Misa atau Perayaan Ekaristi, kita yang merayakannya pasti makan Tubuh dan Darah Kristus.
Nah, sadarkah kita dalam Misa, Perayaan Ekaristi, Terima Sakramen Ekaristi, terutama pada saat hosti + anggur + kolekte yang kita bawa, diubah, dikonsekrir, ditransformasi menjadi Tubuh dan Darah Kristus dan menjelang menerima Tubuh dan Darah Kristus (komuni) dengan pengucapan kata-kata: Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh?
Dan pada saat menerima Tubuh dan Darah Kristus dari tangan imam atau petugas awam yang membantu membagi Konuni dengan menjawab secara tegas: Tubuh Kristus – Amin?
Puncak perayaan Ekaristi adalah mulai dari hosti dan anggur dan persembahan material (yang sejak abad ke-11 diganti dengan kolekte) resmi diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus (menjadi Sakraman Ekaristi) dengan kekuatan atau pencurahan Roh Kudus sampai saat menerima dan menyantap Tubuh dan Darah Kristus itu.
Sudahkah kita sadar akan hal itu dan dengan demikian kita mengambil bagian secara aktip dan sikap yang pantas selamat saat-saat pu cak itu? (fokus ke altar, berlutut/berdiri, menjawab doa atau ikut bernyanyi dengan aktip dan sadar)?
Berkaitan dengan Pesta Tubuh dan Darah Kristus hari ini, mari kita perhatikan kutipan yang ada dalam Pedoman Umum Misale Romawi Baru tentang MISA, hal 22-23, artikel 3: “… diajarkan oleh Konsili Trente, bahwa dalam misa, Tuhan sungguh-sungguh hadir dalam rupa roti dan anggur + persembahan material lainnya (yang dibawa dan disiapkan sendiri oleh setiap umat beriman yang hadir misa: “Yang ada pada kami tidak lebih daripada 5 roti dan 2 ikan” kata Injil hari ini).
Ajaran Iman tentang misteri agung ini (Dalam Misa, Tuhan sungguh-sungguh hadir dalam rupa Roti dan Anggur), ditandaskan pula oleh Konsili Vatikan II dan oleh Dokumen-dokumen Gereja lainnya, tanpa mengubah apa-apa.
Kenyataan ini (Dalam Misa, Tuhan sungguh-sungguh hadir dalam rupa Roti dan Anggur), diungkapkan dalam Perayaan Misa, bukan hanya kata-kata konsekrasi, yaitu pada saat Roti dan Anggur resmi berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus, melainkan juga dalam sikap khidmat dan tanda-tanda penghormatan serta penyembahan yang ditunjukkan dalam Perayaan Ekaristi”.
Artikel ini mau menegaskan bahwa Tuhan sungguh-sunģguh hadir dalam Roti dan Anggur dan persembahan material lainnya yang kita bawa dan siapkan setelah diubah menjadi Tubuh dan Kristus dan sesudah mengucapkan “kata-kata konsekrasi” dan dalam Sikap khidmat yang pantas dan layak (berlutut, berdiri, duduk, dan tata gerak tubuh lainnya).
Iman dan kesadaran ini mesti dihayati, dikembangkan dan dipraktekkan dalam perayaan Misa, sehingga Misa itu bisa mendatangkan rahmat dan berkat untuk kita. Supaya kita mendapat rahmat dan berkat (keselamatan/dosa dihapuskan) dari Tubuh dan Darah Kristus maka semajin seringlah menyantapNya, terutama wajib pada Hari Minggu dan Hari-hari Raya yang disamakan dengan hari Minggu (Perintah Tuhan: Kuduskanlah Hari Tuhan”!
Selamat Pesta Tubuh dan Darah Kristus. Selamat merayakan Misa atau Perayaan Ekaristi Harian, Hari Minggu, Hari-hari Raya yang disamakan dengan Hari Minggu (wajib). Selamat merayakan Misa apa saja! Selamat menikmati santapan Tubuh dan Darah Kristus dalam Misa apa saja.
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus(+) memberkati kita sekalian yang sering dan rajin menyantap Tubuh dan Darah Kristus. Amin. (Oleh Romo John Tanggul, Pastor Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng).

