KONGO,KITAKATOLIK.COM—Sedikitnya 31 umat Katolik dikabarkan meninggal saat sedang berdoa di dalam sebuah gereja Katolik yang terletak di kota Komanda yang berada di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo.
Menurut laporan dari BBC, sedikitnya 31 anggota umat Katolik tersebut dibantai oleh sekelompok orang bersenjata yang terkait dengan ISIS yaitu Allied Democratic Forces (ADF) – Pasukan Demokratrik Sekutu yang selama ini dikabarkan terlibat dalam serangkaian pembunuhan.
Seperti dilaporkan Walter Sánchez Silva kepada Catholic News Agency, mayoritas korban terdiri dari orang muda Katolik yang tergabung dalam Eucharistic Crusade movement.
“Kami memiliki setidaknya 31 anggota Eucharistic Crusade movement yang tewas, dengan enam orang luka parah. Beberapa anak muda diculik; kami tidak memiliki kabar tentang mereka,” kata Pastor Aime Lokana Dhego, seorang pastor setempat kepada Agence France-Presse (AFP).
Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani pada hari Minggu mengutuk pembantaian tersebut melalui akun X-nya. Ia menyampaikan kecaman terkeras atas serangan terhadap sebuah gereja di Komanda, Republik Demokratik Kongo, di mana sebuah kelompok teroris yang terkait dengan ISIS menewaskan lebih dari 40 warga sipil.
“Tempat ibadah harus selalu dilestarikan dan kebebasan beragama harus dilindungi. Italia menyatakan solidaritasnya kepada keluarga korban dan rakyat Kongo,” tambah katanya.
Serang warga sipil
ADF muncul di Uganda pada tahun 1990-an, menurut BBC, menuduh pemerintah menganiaya umat Muslim. Namun, kini ADF bermarkas di seberang perbatasan Republik Demokratik Kongo, tempat mereka secara rutin menyerang warga sipil dari semua agama, seperti di Uganda.
Vatican News mengatakan ADF “bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan orang. Dua minggu lalu mereka membunuh 66 orang di wilayah Irumu.”
Jamil Mukulu, seorang Kristen yang pindah agama menjadi Islam, adalah pendiri ADF. Pada awal 2024, menurut Vatican News, ADF juga melancarkan serangan di wilayah timur negara itu yang menewaskan sedikitnya delapan orang, lima di antaranya saat salat, dan 30 lainnya disandera. (Admin/Catholic News Agency).


