Senin (8 Maret 2024), Hari Raya Kabar Sukacita: Seperti Bunda Maria, Taat dan Bekerjasamalah dengan Tuhan! (Lukas 1: 26-38)

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel  pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf  dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.  Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud,  bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya  tidak akan berkesudahan.”

Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus  akan turun atasmu  dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus,  Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki  pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah  tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Lukas 1: 26-38).

Oleh: Romo John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng.

HARI ini  Gereja Katolik sedunia menerima Sakramen Ekaristi  (Misa Kudus/Perayaan Ekaristi) dalam rangka merayakan/mengenangkan Pesta Maria menerima Kabar Sukacita, Kabar Gembira, Kabar Baik dari Allah Bapa (Maria akan mengandung Yesus yang akan menjadi Penyelamat dunia.Tuhan Allah memberinya kesempatan untuk  bekerjasama dengan Tuhan untuk membawa keselamatan bagi dunia) yang  disampaikan Malaekat Gabriel. Kabar ini sungguh membahagiakan Maria,  tetapi sekaligus membingungkan,  membuat dia takut dan resah, tidak  tenang,  karena dikatakan akan mengandung sementara ia belum bersuami. Sesuatu yang mustahil.

Tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.  Ada campur tangan Tuhan dalam pengalaman hidup Maria yang membahagiakan sekaligus membinugnkan. Maria pasrah, taat setia kepada Tuhan dengan segala rencana dan kehendakNya. “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanNya!”. Maria sungguh beriman,  dan menjadi teladan kita dalam hal beriman.

Apakah  kita (dalam kehendak bebas dan sadar baik dalam  suka maupun duka,  dalam  keadaan apa saja  – tidak  bermasalah atau  terutama bermasalah seperti  Maria  saat ini – di sini berani dan mau seperti Maria bekerjasama dengan Tuhan dan taat kepada rencana dan kehendakNya (menyembah Tuhan dengan  sukacita)? Apakah kita  menolak “beban, persoalan hidup” yang melilit kita?  Atau kurang percaya pada Tuhan?

Teladani sikap Maria! Jika kita dililiti persoalan hidup (serumit apapun) maka yang terbaik adalah berpasrah diri dan bekerjasama dengan Tuhan (dengan tetap ada usaha manusiawi sesuai kemampuan dan protokol yang ada/berlaku) dan menerima proses pertubumbuhan dan penyelesaiannya dengan sabar dan percaya.

Harus yakin,  Tuhan selalu beri jalan atau solusi yang terbaik dan terindah untuk kita seperti kepada Maria. Dekatkan diri kepada  Tuhan dan kehendakNya. Kerjasama dengan Tuhan. Maka kita pun dapat berkata dan berdoa: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu!”. Doa ini,  harus ada dalam doa kita. Ini doa dari  kita yang sungguh beriman, terutama pada masa sulit dalam  hidup.

Selamat Pesta Maria menerima kabar gembira dari Tuhan. Selamat bekerjasama dengan Tuhan dan taat kepada Tuhan. Semoga  dengan bantuan doa Bunda Maria, Allah Tritunggal Mahakudus  (+) memberkati kita sekalian yang mau kerjasama dengan Tuhan dan setia, tekun dan taat kepada Tuhan dan kehendakNya apapun keadaan. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *