TANGERANG,KITAKATOLIK.COM—SMA Tarakanita Gading Serpong sukses menggelar acara donor darah perdana pada Sabtu (25/1/2025). Kegiatan ini melibatkan siswa, orang tua, dan guru, sebagai upaya sekolah membangun kesadaran sosial melalui pendidikan karakter yang nyata. Acara ini berhasil mengumpulkan kantong darah dalam jumlah yang signifikan, bahkan melebihi target yang telah ditetapkan.
Donor darah perdana ini digelar di Hall dan Ruang UKS bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Tujuannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan stok darah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan di kalangan warga sekolah. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa sekolah dapat menjadi agen perubahan dalam membentuk generasi yang peduli terhadap sesama.

Yustinus Sumayanto, kepala SMA Tarakanita Gading Serpong menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme peserta.
“Kami sangat bangga melihat partisipasi aktif dari orang tua, guru, dan siswa. Donor darah bukan hanya tentang berbagi, tapi juga tentang kepedulian terhadap sesama,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah.
Orang tua murid tampak antusias berpartisipasi, banyak di antaranya datang bersama anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan teladan tentang nilai berbagi.
“Selagi kita sehat, kita punya kesempatan untuk membantu orang yang membutuhkan. Saya ingin terus menjadi pribadi yang berbagi untuk sesama,” kata Bapak Natalis, salah seorang guru yang rutin mendonorkan darah.
Tidak hanya orang tua dan guru, beberapa siswa seperti Gabriella juga turut serta. Meski awalnya gugup, Gabriella merasa bangga bisa berkontribusi.

“Saya sempat takut, tapi ternyata prosesnya tidak seseram yang saya bayangkan. Justru saya merasa bangga bisa membantu orang yang membutuhkan,” ujarnya. Partisipasi siswa ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial seperti donor darah dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran sosial sejak dini.
PMI memberikan penjelasan lengkap tentang prosedur donor darah, manfaatnya bagi kesehatan, serta tips persiapan sebelum dan sesudah donor. Meski beberapa peserta mengalami ketakutan terhadap jarum suntik atau merasa lemas pasca-donor, panitia menyediakan area istirahat lengkap dengan makanan ringan dan minuman untuk membantu pemulihan.
Acara ini ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan total kantong darah yang terkumpul melebihi target. Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menginspirasi siswa-siswi dan masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap sesama. Setetes darah yang kita berikan bisa menjadi harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan,” ujar salah satu panitia.

Dengan suksesnya acara ini, SMA Tarakanita Gading Serpong membuktikan bahwa sekolah tidak hanya berperan dalam pendidikan akademis, tetapi juga dalam membentuk generasi yang peduli dan siap berkontribusi untuk kebaikan bersama. (Penulis : Clarissa Annamarie Slamet dan Nelson Andrea Hellen Suryanata).



Sekolah tarki tuh kedengeranny bagus aslinya ga
Tentu saja bagus.