
KITAKATOLIK.COM–Kabar mengenai kondisi kesehatan Mgr. Josephus Theodorus Suwatan, MSC, yang tengah menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Siloam Manado, menyentuh hati banyak pihak. Sosok gembala yang sangat dicintai ini kini membutuhkan dukungan spiritual dari seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Utara. Di tengah perjuangan medis tersebut, untaian doa terus mengalir sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian panjang beliau bagi gereja dan kemanusiaan selama puluhan tahun berkarya.
Senator DR. Maya Rumantir, MA., PHD., secara khusus menyampaikan rasa simpati mendalam dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam iman. Beliau menghimbau para relawan setia, sahabat karib, serta keluarga besar Kelompok Doa SABDA untuk meluangkan waktu mendoakan kesembuhan sang Uskup Emeritus. Senator Maya Rumantir menekankan bahwa kekuatan doa bersama memiliki daya pemulih yang luar biasa, terutama saat diarahkan dengan ketulusan hati demi kesehatan sang tokoh bangsa.
Bagi Senator Maya Rumantir, Mgr. Josephus Suwatan bukan sekadar pemimpin agama, melainkan sosok bapak yang senantiasa menanamkan benih perdamaian dan kasih persaudaraan di tanah Sulawesi Utara. Melalui jaringan kelompok doa yang dipimpinnya, Senator RI ini menggerakkan aksi spiritual agar rahmat kesembuhan segera tercurah bagi beliau. Harapan besar disematkan agar Sang Tabib Agung memberikan kekuatan ekstra bagi tubuh fisik Mgr. Suwatan yang kini sedang dalam masa perawatan intensif.
Momen ini menjadi sangat emosional mengingat Mgr. Josephus Suwatan akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-86 pada tanggal 10 April 2026 mendatang. Usia senja yang dicapai dengan penuh dedikasi ini menjadi bukti nyata kesetiaan beliau dalam menggembalakan umat di Keuskupan Manado. Seluruh relawan Senator Maya Rumantir pun merasa terpanggil untuk memberikan kado terindah berupa doa-doa tulus agar beliau bisa melewati masa kritis ini dan kembali pulih seperti sediakala.
Mengingat kembali perjalanan kepemimpinan di Keuskupan Manado, transisi estafet kepemimpinan dari Mgr. Suwatan kepada penggantinya berlangsung dengan sangat harmonis dan penuh berkat. Setelah memimpin selama 27 tahun, posisi beliau digantikan oleh Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC pada tahun 2017 silam. Peralihan ini menandai babak baru bagi umat Katolik di wilayah tersebut, namun figur Mgr. Suwatan tetap menjadi pilar kebijaksanaan yang dihormati hingga saat ini.

Mgr. Rolly Untu sebagai penerus tongkat gembala terus melanjutkan warisan spiritual dan pembangunan yang telah diletakkan fondasinya oleh Mgr. Suwatan selama bertahun-tahun. Hubungan harmonis antara uskup emeritus dan uskup aktif ini menjadi teladan indah tentang keberlanjutan pelayanan dalam gereja Katolik. Kini, saat sang pendahulu sedang terbaring sakit, seluruh hierarki gereja beserta umatnya bersatu padu memohon campur tangan ilahi demi kesehatan sang gembala tua yang bijak.
Dalam setiap pertemuan Kelompok Doa SABDA, nama Mgr. Josephus Suwatan kini selalu disebut dalam intensi khusus agar mukjizat penyembuhan terjadi di ruang perawatan. Senator Maya Rumantir percaya bahwa sinergi antara usaha medis profesional di rumah sakit dan kekuatan rohani dari masyarakat akan membuahkan hasil terbaik. Semangat persaudaraan lintas batas ini membuktikan betapa besarnya pengaruh positif yang telah ditebarkan oleh Mgr. Suwatan selama masa baktinya yang panjang.
Menutup ajakannya, Senator Maya Rumantir berharap agar seluruh umat tetap teguh dalam pengharapan dan tidak putus asa mendukung proses pemulihan ini. Mari kita bawa pesan kesembuhan ini dalam Misa Kudus maupun doa pribadi di rumah masing-masing demi Bapa Uskup tercinta. Semoga kasih Tuhan menyertai setiap langkah tim medis dan memberikan ketenangan bagi keluarga serta kerabat yang mendampingi Mgr. Josephus Suwatan di masa-masa sulit ini. (RP Runtuwene).


