Usung Tema “Keutuhan Alam Ciptaan”, Ribuan Umat Mengikuti Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Iman

JAKARTA,KITAKATOLIK.COM—Lebih dari 3.500 umat lintas iman mengikuti Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Iman yang digelar Sabtu (9/5/2025). Mayoritas umat yang menghadiri gelaran yang bernuansa toleransi dan kebhinekaan, ini berasal dari paroki-paroki yang berada dalam lingkup Keuskupan Agung Jakarta.

Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Gubernur DKI Jakarta H. Pramono Anung dan Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo,  tokoh lintas adama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta jajaran instansi pemerintahan, hadir dalam acara besar yang bertajuk “Keutuhan Alam Ciptaan” ini.

Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Iman yang digelar dalam rangka Perayaan  219 Tahun Keuskupan Agung Jakarta ini dimulai di Paroki Katedral Jakarta, Jakarta Pusat dan dibuka dengan Doa Bersama.

Lukisan Tuhan

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi persaudaraan dan  tingkat kerukunan umat beragama di Indonesia yang saat ini berada di titik puncaknya.

“Survei membuktikan semenjak Republik Indonesia ini merdeka, alhamdulillah kita berhasil naik pada peringkat paling tinggi, 87 persen. Berarti kita mencapai puncak kerukunan tertinggi. Jakarta juga menjadi ibu kota kedua terrukun dan damai di Asia Tenggara,” ujar kata Menag.

Dia menambahkan, Indonesia adalah contoh nyata bagaimana kemajemukan dapat dirawat menjadi kekuatan yang indah. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan media massa untuk terus menjaga stabilitas dan tidak merusak kedamaian yang telah terbangun.

“Indonesia itu sebuah konfigurasi seperti lukisan. Indonesia adalah lukisan Tuhan yang sangat cantik. Jangan ada yang merusak lukisan ini. Saya ingin betul-betul agar Indonesia menjadi contoh negara yang paling majemuk tapi juga sekaligus menjadi contoh negara yang paling toleran dan rukun,” tambahnya, saat ditemui awak media.

Bibit pohon mundu

Selain gerak jalan, rentetan kata sambutan, ada juga pemotongan tumpeng dan pembagian pohon Mundu. Pemotongan tumpeng yang merupakan symbol keberlimpahan, dilakukan oleh Menag Nasaruddin dan Uskup Agung Jakarta Mgr. Suharyo. Potongan tumpeng tersebut diserahkan kepada Gubernur Pramono Anung.

Terkait tema utama yaitu Keutuhan Ciptaan, Menteri Agama juga menyerahkan bibit pohon Mundu kepada Romo Robertus Guntur Dewantoro dari Paroki Cikarang. Bibit pohon Mundu itu juga diberikan Gubernur Pramono Anung dan Uskup Agung Jakarta kepada perwakilan dari Paroki Pinang dan Paroki Kosambi.

Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo berharap agar kebersamaan yang dirayakan dalam Jalan Santai Kerukunan ini menjadi wujud kita bersama untuk berbakti kepada Tuhan dan mencintai tanah air kita, Indonesia.

Saling mengenal

Semua Paroki di Keuskupan Agung Jakarta mengutus peserta Gerak jalan kerukunan ini. Selain umat Katolik, mereka berangkat bersama ke Gereja Katedral bersama umat agama lainnya. Dari Paroki Curug, Santa Helena, misalnya berangkat sekitar 40 umat lintas agama, terdiri dari 20 umat Katolik dan 20 umat muslim.

“Ini kesempatan untuk memupuk persaudaraan antar iman, mulai dari lingkungan tempat tinggal kita. Juga saling mengenal,” kata Ketua Hubungan Antara Agama dan Kepercayaan (HAAK) Yohanes Budi Priyanto. Sebelum berangkat, peserta jalan sehat dari Santa Helena, sempat mampir ke Paroki untuk mendapatkan “pengutusan” dari Pastor Paroki Romo Freday Budianto OSC.

“Di situ teman-teman bisa melihat dari dekat gereja kita, baik di Helena maupun di Katedral. Ya, bahwa gereja Katolik berbeda dengan gereja ‘ruko’  yang terekam dalam memori pukul rata mereka,” kata Budi.

Budi berharap, persaudaraan yang dirayakan dalam Gerak Jalan Santai Kerukunan ini dapat menyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkup RT. (Paul MG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *