Ini Klarifikasi Terkait Lagu “Cinta Luar Biasa” dan “Rumah Kita” untuk Lagu Misa

LEMBATA, NTT, KITAKATOLIK.COM—Sehari setelah video terkait lagu  “Cinta Luar Biasa” dan “Rumah Kita” yang dinyanyikan  dalam Perayaan Ekaristi  ditayangkan  di media sosial dan menjadi viral, pihak-pihak yang berkaitan langsung  dengan peristiwa tersebut langsung memberikan klarifikasi.

Klarifikasi tersebut ditandatangani oleh Pater Asterius Zangu Ale, C.Ss.R selaku  Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Pater Matheus Tunu, C.Ss.R selaku Pastor Moderator OMK Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Laurensius Ola Keraf selaku Ketua DPPH Paroki Santo Frasiskus Asisi,  Fransiskus Terong selaku Ketua Lingkungan Santa Klara dan Maria Susanti Kidi selaku Ketua OMK Paroki Santo Fransiskus Asisi, Lamahora.

Dalamnya,   antara lain disebutkan  bahwa  tidak ada niat sedikitpun dari pastor maupun OMK untuk mencederai Tata Perayaan Ekaristi, apalagi mau menciptakan liturgi yang baru. Juga ditegaskan bahwa yang terjadi adalah miskomunikasi dan miskonsepsi antara pastor dan pengurus lingkungan dalam mempersiapkan perayaan Ekaristi.

“Konsep lagu-lagu yang ditawarkan dan disetujui oleh pastor adalah lagu-lagu rohani bernuansa orang muda dan sesuai dengan liturgi gereja dengan maksud agar orang muda semakin tertarik untuk mengikuti perayaan Ekaristi,”  tulis surat tersebut.

Lagi dipaparkan bahwa pastor yang memimpin perayaan Ekaristi sudah bermaksud menghentiman nyanyian-nyanyian pada saat dinyanyikan, tapi agar perayaan tak terganggu, tak jadi distop.

BACA JUGA: Ketika Lagu Pop Profan “Bukan Cinta Biasa” dan “Rumah Kita” Jadi Lagu Persembahan dan Komuni    https://www.kitakatolik.com/ketika-lagu-pop-…bahan-dan-komuni/

Berikut kutipan lengkap pernyataan klarifikasi tersebut.

“Terhadap video lagu Perayaan Ekaristi yang beredar beberapa waktu lalu, ada beberapa  hal yang ingin kami sampaikan:

Pertama,  konteks Perayaan Ekaristi saat itu merupakan perayaan pengukuhan  pengurus OMK Lingkungan.

Kedua,  tidak ada niat sedikitpun, baik dari pastor yang memimpin misa  maupun teman-teman OMK untuk mencederai Tata Perayaan Ekaristi apalagi berniat menciptakan liturgi yang baru.

Ketiga, yang terjadi adalah miskomunikasi dan  miskonsep antara Pastor dan Pengurus Lingkungan dalam mempersiapkan Perayaan Ekaristi. Konsep lagu-lagu yang ditawarkan dan disetujui oleh Pastor adalah lagu-lagu  rohani  bernuansa orang muda  dan sesuai  dengan Liturgi Gereja dengan maksud agar orang muda semakin  tertarik untuk  mengikuti Perayaan Ekaristi.

Sementara lagu-lagu yang dinyanyikan saat Perayaan Ekaristi adalah sebagaimana pada video yang telah beredar.

9

Keempat, terkait hal tersebut, Pastor yang memimpin Misa berniat untuk menegur langsung anggota koor saat sedang bernyanyi tetapi diurungkan karena berpikir bahwa hal itu juga akan mengganggu suasana perayaan itu sendiri.

Baru setelah selesai misa Pastor menyampaikan hal tersebut kepada Pengurus Lingkungan yang bersangkutan bahwasanya beberapa lagu yang dinyanyikan tersebut tidak layak untuk dinyanyikan dalam Perayaan Ekaristi dalam hal  ini tidak   sesuai dengan aturan liturgi.

Pastor mengingatkan untuk tidak boleh lagi menyanyikan lagu-lagu pop sekuler dalam Perayaan Ekaristi dan diiyakan oleh Pengurus Lingkungan tersebut,

Kelima, semua pihak terkait telah mengakui  akan adanya kekhilafan, miskomunikasi dan miskonsep  dalam mempersiapkan lagu-lagu untuk kepentingan Perayaan Ekaristi orang muda tersebut.

Keenam, kami meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa  terganggu, tersakiti atau dirugikan akibat lagu-lagu yang dinyanyikan dalam Perayaan Ekaristi orang muda tersebut dan kami berharap agar video tersebut  tidak lagi disebarluaskan untuk kepentingan yang lain.

Ketujuh, kami sungguh sangat menyesal atas kejadian  yang di luar dugaan ini. Peritiwa ini menjadi pengalaman berharga buat kami untuk lebih  memperhatikan   pemilihan lagu-lagu dalam Perayaan Ekaristi ke depannya.”.  (Admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *