JAKARTA,KITAKATOLIK.COM–Caritas Indonesia bersama Caritas-PSE di Keuskupan Larantuka dan Keuskupan Maumere bergerak cepat dan bersama dalam membantu para penyintas pasca letusan Gunung Lewotobi yang terjadi pada Minggu (3/11/2024), pukul 12.57 Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA).
Kolom erupsi tidak teramati, namun seismograf mencatat amplitudo 47,3 mm selama 1450 detik, memengaruhi tujuh desa di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura. Bencana ini telah menyebabkan 10.295 warga terdampak. (Diperkirakan jumlahnya masih akan terus bertambah). Sementara korban yang meninggal tercatat 10 orang, termasuk pemimpin biara SSpS Hokeng, Suster Nikolin SSpS.
Menanggapi bencana ini, pemerintahan setempat (Flores Timur) telah menetapkan SK Tanggap Darurat oleh Bupati Flores Timur selama 58 hari terhitung dari tanggal 4 November 2024 sampai dengan 31 Desember 2024. Semenara Caritas Indonesia menetapkan Level Skala Dampak III (Warna Oranye, berdasarkan SOP Tanggap Darurat Caritas Indonesia).

Dicatat pula bahwa respon kebencanaan bersifat nasional dalam jaringan Caritas Indonesia untuk mendukung kegiatan tanggap darurat Caritas-PSE Keuskupan Larantuka dan Caritas-PSE Keuskupan Maumere
Posko Bantuan
Untuk respon bersama ini ditetapkan dua lokasi posko resmi di masing-masing keuskupan terdampak. Yang pertama, Keuskupan Larantuka terpusat di Posko Respon Caritas Larantuka (Carila): Pondok Inspirasi, Jl. Trans Larantuka-Maumere, Desa Konga, Kec. Titehena. (berada di Paroki Lewolaga).
BACA JUGA: Pemimpin Biara SSpS Hokeng Suster Nikolin Meninggal Akibat Letusan Gunung Lewotobi kitakatolik.com/pemimpin-biara-s…-gunung-lewotobi/
Yang kedua, untuk Keuskupan Maumere, berpusat di Posko Caritas Maumere yang beralamat di Pusat Pastoral Keuskupan Maumere, Jalan Mgr. Soegiyopranoto, No. 1, Kota Uneng – Maumere – Flores – NTT.
Kebutuhan Mendesak
Caritas juga membentangkan beberapa hal yang menjadi kebutuhan mendesak. Yaitu, makanan siap saji, air bersih, tenda untuk pengungsian, pakaian, penampungan air, bahan makanan (beras, lauk pauk, sayuran), peralatan masak, masker, pembalut wanita, perlengkapan bayi dan makanan untuk bayi, alas tidur, dan obat-obatan. Sangat diharapkan, bantuan dalam bentuk barang diharapkan dikirimkan langsung ke dua lokasi posko di atas.
Bentuk Bantuan
Dilaporkan juga beberapa bentuk bantuan di Posko Bantuan. Pertama, dapur umum. Dapur umum dibentuk untuk menyediakan makanan dan minuman yang dapat distribusikan/dibagikan pada korban bencana alam dalam waktu yang cepat dan tepat.

Kedua, Posko Kesehatan, Pelayanan kesehatan diberikan dengan bantuan relawan kesehatan dari rumah sakit terdekat. Ketiga, Posko Perlindungan yang menjadi lokasi pengungsian sementara untuk penyintas letusan Gunung Lewotobi.
BACA JUGA: Ini Korban Erupsi Gunung Lewotobi, Vikjen Keuskupan Larantuka Ajak Umat Tingkatkan Solidaritas dan Belarasa kitakatolik.com/ini-korban-erups…tas-dan-belarasa/
Catatan dan Langkah Strategis
- Respon jaringan Caritas Indonesia akan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar selama dua minggu ke depan.
- Bantuan dalam bentuk barang dari jaringan Caritas Indonesia dapat disalurkan ke posko resmi yang didirikan (lihat di atas).
- Caritas Indonesia intensif setiap hari berkoordinasi dengan Caritas Larantuka dan Caritas Maumere untuk rencana respons bersama dengan melibatkan Komite Tanggap Darurat dan Core Response Team (CRT) yang berasal dari relawan Caritas Keuskupan-Keuskupan.
- Bagi kongregasi (suster, bruder, imam) yang ingin membantu baik dalam bentuk barang, mengirimkan relawan, maupun bantuan lain, dapat berkoordinasi dengan posko resmi yang ditetapkan.
- Paroki, komunitas, dan kelompok kategorial yang ingin terlibat membantu dalam respon, baik mengirim relawan maupun bantuan dapat berkoordinasi dengan posko resmi bersama.
- Untuk pembagian tugas akan diatur melalui koordinasi bersama di kedua posko yang ditetapkan.
Rekening Bantuan: Bank Central Asia, Yay Karina – 288-308-0599. Kontak Narabung: Rudy (Caritas Indonesia) – 0853-3333-3831.

